Kota ini masih terdapat sisa-sisa peninggalan kuno, termasuk menara dan tembok abad pertengahan. Keseimbangan antara kekunoan dan modernitas merupakan salah satu ciri khas Como, yang paling dihargai oleh mereka yang tinggal dan mengunjunginya. Selain itu, Como juga memiliki lanskap hijau yang rimbun. Banyak orang mengenal kota ini karena disanalah Danau Como berada. Disebutkan oleh Manzoni dalam karya Promessi Sposi (Yang Bertunangan), hingga kini Danau Como merupakan destinasi impian bagi wisatawan dari seluruh dunia. Dengan sekitar 84 ribu penduduk, Como merupakan kota terbesar ketiga di Lombardy setelah Milan dan Brescia.[2]