CitraanHalaman judul buku Herrn von Hoffmannswaldau und andrer Deutschen auserlesene und biBher ungedruckte Gedichte karya Christian Hoffmann von Hoffmannswaldau, diterbitkan di Leipzig pada tahun 1695. Buku ini merupakan kumpulan puisis dalam sastra Jerman yang memuat karya-karya pusisi dari periode Barok, yang menggunakan unsur bahasa puitis seperti gambaran dan ungkapan imajinatif.
Citraan adalah salah satu sarana kepuitisan yang digunakan oleh penyair untuk memperkuat gambaran pikiran dan perasaan pembaca.[1] Sarana ini berkaitan erat dengan pengalaman inderawi penyair atas objek-objek yang disebutkan atau diterangkan dalam puisi.[1] Guna tercapai kesinambungan maksud, pengalaman pembaca juga menjadi bagian dari sebuah proses pemahaman puisi.[1] Citraan bersifat deskriptif dan imajinatif yang diwujudkan dalam bentuk kebendaan melalui kata.[2] Jika dilihat dari fungsinya, maka hadirnya sebuah citraan bisa mengundang kembali ingatan pembaca atas berbagai pengalaman inderawi yang pernah dirasakan.[3] Oleh karena itu, kehadiran citraan tidak membawa kesan baru dalam pikiran melainkan melibatkan pembaca untuk terlibat dalam kreasi puitis.[3] Dalam membangun sebuah citraan yang menggugah perasaan, seorang penyair dapat melakukannya dengan dua cara, yaitu melalui deskripsi dan perlambangan (metafora).[4]
Jenis-jenis Citraan
Gambaran Citraan ada bermacam-macam, baik itu berkenaan dengan indra maupun gerak.[5]
Berikut ini beberapa jenis Citraan:
Citraan Penglihatan merupakan Citraan yang bersentuhan dengan indra penglihatan.[5] Citraan penglihatan merupakan jenis yang paling banyak ditemukan dalam puisi.[5] Rangsangan yang distimulus oleh citraan penglihatan mata kepada indra penglihatan tidak akan menjadikan bayangan imajinasi yang tidak terlihat seolah-olah nyata.[5]
Citraan Pendengaran
Citraan Pendengaran juga merupakan Citraan yang sering muncul dalam puisi dan dihadirkan dengan mengurai atau mendeskripsikan bunyi.[6] Penyair yang sering menggunakan jenis citraan ini disebut sebagai penyair auditif.[6]
Citraan Perabaan
Citraan Perabaan berkenaan dengan aktivitas perabaan.[7] Citraan Perabaan berkenaan dengan Citraan Gerak bahwa melalui Citraan ini, kita seolah-olah dihadapakan dengan sebuah benda padat dan selanjutnya dapat dipegang.[8]
Citraan Gerak
Kehadiran Citraan gerak bisa menimbulkan hal yang ditandai terkesan bergerak.[9] Hal yang digambarkan bergerak sebenarya tidak bergerak tetapi dilukiskan bergerak shingga terlihat hidup dan dinamis.[7]
Citraan Penciuman
Citraan ini merupakan citraan yang menonjolkan peran indra pembau.[10] Citraan ini merupakan jenis citraan yang paling jarang digunakan.[10]
Citraan Pengecapan
Citraan Pengecapan merupakan citraan yang berkenaan dengan indra pengecapan.[9] Citraan jenis ini juga digunakan dalam puisi.[10]
Dengan berbagai kategori yang telah disebutkan di atas, tidak menutup kemungkinan bila terjadi perpaduan berbagai jenis Citraan dalam sebuah puisi sekaligus.[10] Kesatuan dari berbagai Citraan di atas, akan memberi warna sebuah puisi.[10]
Referensi
123Rachmat Djoko Pradopo. Pengkajian Puisi. Gadjah Mada University Press. hlm.80.