Sebuah bingkai film kamera CinemaScope berukuran 35 mm.
Penemu Prancis Henri Chrétien mengembangkan dan mempatenkan pemprosesan film baru yang ia sebutan Anamorphoscope pada 1926. Ini adalah proses yang kemudian membentuk dasar bagi CinemaScope. Pemprosesan Chrétien berbasis pada lensa-lensa yang membuat sebuah trik optik yang memproduksi sebuah citra dua kali lebih besar dari yang diproduksi dengan lensa konvensional; ini dilakukan menggunakan sebuah sistem optik yang disebut Hypergonar, yang merupakan proses pengkompresan (selama waktu pengambilan gambar) dan dilating (pada waktu proyeksi) citra tersebut secara lateral.[2] Ia berupaya untuk meminatkan industri perfilman terhadap penemuannya, tetapi pada masa itu, industri tersebut belum terlalu menyorotinya.