Pada 2024, Ngamba menjadi satu-satunya orang dari Tim Olimpiade Pengungsi yang pernah memenangkan sebuah medali.
Kehidupan awal dan pendidikan
Ngamba lahir di Kamerun dan pindah ke Britania Raya dalam usia 11 tahun.[2] Paman Ngamba kehilangan surat imigrasinya saat ia kembali ke Kamerun, yang, pada 2019, menyebabkan Ngamba dan saudaranya ditahan saat masuk kantor imigrasi di Bolton. Mereka kemudian dikirim ke pusat penahanan di London, tempat mereka dibebaskan pada keesokan harinya.[3][4][5]
Ngamba adalah seorang lesbian dan menerima status pengungsi di Britania Raya karena seksualitasnya.[7] Ia mengajukan kewarganegaraan Britania Raya namun pengajuannya ditolak.[8]