Setelah lulus dari Dongdaemun High School, Choi bergabung dengan Pohang Steelers pada tahun 1989 tanpa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan menjadi pemain rookie lulusan Sekolah Menengah Atas pertama dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Dia mencetak gol pertamanya pada pertandingan pembuka musim 1989 di Pohang Steel Yard, serta menarik perhatian besar lewat gol penyeimbang dramatis melalui tendangan salto dengan sisa waktu 10 detik dalam pertandingan melawan Ilhwa Chunma pada tahun 1989. Kecuali dua tahun masa wajib militernya di Sangmu FC, dia membela Pohang hingga 1998. Pada 6 November 1993, dia mencetak hattrick untuk mengantarkan timnya meraih gelar Piala Liga Korea. Dengan gaya permainan yang mengutamakan umpan-umpan presisi berbasis teknik serta kemampuan mencetak gol yang akurat, dia menjadi motor utama lini serang Pohang.
Choi kemudian pindah ke Jeonnam Dragons pada tahun 1999. Dia mencetak gol pertama pada pertandingan pembuka Stadion Sepak Bola Gwangyang. Selama dua musim hingga tahun 2000, dia tampil dalam 65 pertandingan dengan torehan 11 gol dan 8 assist. Meski Jeonnam finis di peringkat ketiga musim reguler 1999 dan lolos ke babak playoff, mereka tersingkir setelah kalah dari Busan Daewoo Royals yang finis di peringkat keempat. Pada ajang Piala Liga Korea 2000, Jeonnam harus puas sebagai runner-up usai kalah dari Bucheon di partai final.
Setelah meninggalkan Jeonnam pada akhir musim 2000, Choi bergabung dengan klub Jepang, Oita Trinita, pada tahun 2001. Namun, pelatih yang merekrutnya mengundurkan diri di tengah musim, dan gaya pelatih baru tidak sesuai dengan karakter permainannya, sehingga Choi kesulitan menunjukkan performa terbaik. Pada akhirnya, dia kembali ke Korea Selatan dan bergabung dengan Suwon Samsung Bluewings pada Juni 2001, sebelum pindah ke Bucheon SK pada tahun 2002. Setelah menjalani satu musim yang solid dengan 28 penampilan bersama Bucheon, Choi kemudian mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional.
Pada tahun 1992, Choi terpilih memperkuat tim nasional Korea Selatan U-23 di Olimpiade Musim Panas Barcelona.[1] Korea Selatan meraih hasil imbang dalam ketiga pertandingan fase grup, mengumpulkan tiga poin dan finis di peringkat ketiga grup, tetapi gagal melaju ke babak gugur.[1]
Choi menjalani debutnya bersama tim nasional senior Korea Selatan pada 25 April 1993 dalam pertandingan persahabatan yang berakhir dengan kemenangan 2–0 atas Irak, sekaligus menandai awal karier internasionalnya.[2]
Antara tahun 1993 hingga 1997, Choi mencatatkan 38 penampilan dan mencetak 9 gol, serta memberikan kontribusi penting dalam transisi serangan tim nasional pada masa peralihan sepak bola Korea Selatan.[2] Terobosan terbesarnya terjadi pada babak kualifikasi Piala Dunia FIFA 1994, ketika dia tampil dalam sejumlah pertandingan fase grup, termasuk mencetak gol pembuka dalam kemenangan 4–1 atas Hong Kong pada 5 Juni 1993 yang membantu memastikan kelolosan Korea Selatan ke putaran final Piala Dunia FIFA. Keberhasilan ini mengantarkan Korea Selatan tampil di Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya sejak 1986, dan Choi pun terpilih masuk skuad putaran final di Amerika Serikat.[3] Namun, dia lebih sering berperan sebagai pemain cadangan dan tidak pernah sekalipun diturunkan.
Choi terus memperkuat Korea Selatan dalam berbagai ajang regional, khususnya pada kualifikasi Piala Asia AFC 1996, di mana dia mencetak gol dalam kemenangan telak 9–0 atas Guam pada 5 Agustus 1996. Kiprahnya di tim nasional mulai berkurang setelah 1997 tanpa penampilan tambahan, seiring cedera berulang yang dialaminya sejak 1995 serta kewajiban menjalani dinas militer yang membatasi ketersediaannya untuk tugas tim nasional.[2]
Karier kepelatihan
Choi kembali ke klub lamanya pada tahun 2007 sebagai pelatih tim usia muda Pohang Steelers. Dia kemudian menjabat sebagai pelatih kepala tim cadangan Pohang dari 2009 hingga 2010.
Setelah satu musim menjadi asisten pelatih Jeonnam Dragons pada 2011, Choo ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Korea Selatan U-17 pada tahun 2012. Timnya tampil di Kejuaraan U-16 AFC2012, tetapi tersingkir di perempat final setelah kalah dari Uzbekistan. Tak lama setelah turnamen tersebut, dia dipanggil oleh Lee Kwang-jong untuk menjadi asistennya di tim nasional Korea Selatan U-20. Mendampingi Lee, Choi berpartisipasi dalam Kejuaraan U-19 AFC2012, berkontribusi pada gelar juara ke-12 Korea Selatan sekaligus memastikan tiket ke Piala Dunia U-20 FIFA 2013. Pada turnamen tersebut, Korea Selatan berhasil melaju hingga perempat final, sebuah pencapaian yang cukup bersejarah.
Selanjutnya, Choi kembali ditunjuk sebagai asisten pelatih tim nasional U-23 di bawah kepemimpinan Lee Kwang-jong. Meski Korea Selatan hanya finis di peringkat keempat pada Kejuaraan U-22 AFC 2013, Choi memainkan peran penting dalam keberhasilan tim meraih medali emas Pesta Olahraga Asia 2014, gelar pertama dalam 28 tahun. Dia dijadwalkan terus mendampingi Lee hingga Olimpiade Musim Panas 2016, tetapi ketika Lee Kwang-jong mengundurkan diri karena leukemia akut menjelang Piala Raja Thailand2015, Choi ditunjuk sebagai pelatih kepala sementara. Dia memimpin tim meraih juara turnamen dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang, sebelum menyerahkan posisi tersebut kepada Shin Tae-yong dan kembali bertugas sebagai asisten pelatih.
Pada 27 Mei 2015, Choi mengundurkan diri dari posisinya sebagai asisten pelatih tim Olimpiade dan ditunjuk sebagai pelatih kepala Daejeon Citizen, menggantikan Cho Jin-ho. Penunjukan ini sempat menuai kontroversi karena Presiden klub Jeon Deuk-bae disebut merekrutnya secara sepihak. Choi menegaskan bahwa fokusnya bukan hasil jangka pendek seperti bertahan di K League Classic, melainkan membangun fondasi jangka panjang melalui sepak bola menyerang berbasis umpan-umpan pendek sesuai filosofi permainannya dan karakter tim. Debutnya sebagai pelatih Daejeon terjadi pada 3 Juni 2015 dalam pertandingan kandang melawan Suwon Samsung Bluewings, yang berakhir dengan kekalahan 1–2.
Kekalahan dari Seongnam FC pada 15 Agustus 2015 membuat Daejeon terjerumus dalam rentetan 14 pertandingan tanpa kemenangan. Kemenangan 2–1 atas Gwangju FC pada 19 Agustus 2015 menjadi kemenangan pertama sejak Choi menjabat dan kemenangan kedua tim pada musim itu. Pada 4 Oktober 2015, Daejeon gagal menang di kandang melawan Ulsan Hyundai dan menjadi tim pertama yang tidak meraih satu pun kemenangan kandang sebelum sistem split round diterapkan. Kemenangan kandang pertama dalam tujuh bulan akhirnya diraih pada 18 Oktober 2015 saat mengalahkan Jeonnam Dragons dengan skor 1–0, disusul kemenangan atas Busan IPark. Namun, kekalahan dari Ulsan dan Incheon United memastikan Daejeon terdegradasi. Kekecewaan suporter memuncak dengan tuntutan pengunduran diri Choi setelah pertandingan.
Meski demikian, Choi tetap dipertahankan hingga musim 2016 dan melakukan perombakan besar-besaran dengan mengganti lebih dari 20 pemain. Dia kembali menegaskan komitmennya pada sepak bola berbasis penguasaan bola ala Barcelona. Namun, awal musim 2016 berjalan buruk dengan tiga kekalahan beruntun tanpa gol, disusul empat kekalahan berturut-turut di liga. Choi sempat mengisyaratkan pengunduran diri, meski manajemen menyatakan kepercayaan kepadanya. Setelah sempat bangkit, Daejeon mencatat rekor klub dengan 12 pertandingan kandang tak terkalahkan dalam satu musim, tetapi performa tandang yang lemah membuat mereka gagal menembus posisi lima besar dan zona play-off promosi. Pada 29 Oktober 2016, Choi resmi mengundurkan diri setelah pertandingan terakhir melawan Daegu FC.
Pada 2017, Choi ditunjuk sebagai asisten pelatih klub Liga Super Tiongkok, Yanbian Fude, di bawah arahan pelatih kepala Park Tae-ha. Pada 29 April 2017, Park diusir keluar lapangan dalam pertandingan melawan Changchun Yatai, yang membuatnya absen dalam pertandingan selanjutnya. Choi kemudian memimpin tim dalam pertandingan berikutnya melawan Jiangsu Suning sebagai pelatih kepala. Pada akhir musim, Choi memutuskan untuk meninggalkan klub.
Pada 12 Januari 2023, Choi ditunjuk sebagai pelatih kepala Kelantan FC di Liga Super Malaysia,[4] menandai kembalinya ia sebagai pelatih kepala setelah sekitar tujuh tahun. Namun, dia dipecat pada 4 April 2023 akibat hasil buruk, serta mengungkap adanya masalah gaji yang belum dibayar karena campur tangan berlebihan pemilik klub.[5][6]
Pada 8 Januari 2025, Choi diangkat sebagai Direktur Teknik klub K League 2, Ansan Greeners.[7] Kemudian pada 17 November 2025, Choi beralih peran menjadi pelatih kepala Ansan,[8] menandai kembalinya ia sebagai pelatih di K League setelah sekitar sembilan tahun sejak masa kepelatihannya di Daejeon Citizen.
Statistik karier
Klub
Penampilan dan gol berdasarkan klub, musim, dan kompetisi