Kakaknya, Chiang Ching-kuo belajar di Uni Soviet dan kemudian menjadi tahanan politik. Kejadian ini membuat ayahnya, Chiang Kai-shek, untuk menyekolahkan Chiang Wei-kuo menuju ke Nazi Jerman. Ia bersekolah di Kriegsschule di München. Di Kriegsschule, ia mempelajari metode, struktur, dan persenjataan canggih tentara Jerman. Dia secara khusus tertarik pada perusahaan senapan mesin teoretis saat itu, yang akan menggunakan Maschinengewehr (yaitu, senapan mesin sedang) sebagai senjata utama. Maschinengewehr saat itu adalah MG 34: senjata yang cepat dan andal. Perusahaan senapan mesin akan bekerja sama dengan unit udara dan lapis baja untuk membantu serangan infanteri. Ini akan disebut Bewegungskrieg ("Perang Gerakan"), dan ini akan sangat efektif pada Perang Dunia II di masa depan. Setelah menyelesaikan pelatihan ini, Wei-kuo menyelesaikan pelatihan khusus dalam peperangan Alpen, sehingga memberinya lambang lengan Gebirgsjäger Edelweis yang didambakan. Wei-kuo dipromosikan menjadi Fahnenjunker ("Calon Petugas"), dan menerima lanyard Schützenschnur.
Ia ikut dalam Peristiwa Anschluss 1938, mengomando satu unit Panzer sebagai seorang Fähnrich (calon perwira sersan),[1] memimpin sebuah tank masuk kedalam Austria. Ia dipromosi menjadi Letnan dalam satu unit Panzer dan ditugas untuk ikut dalam Penyerbuan Polandia. Namun, sebelum ia diberikan perintah untuk bergerak, Wei-kuo dipanggil kembali ke Tiongkok untuk membantu melawan Jepang.[2]
Galeri
Chiang Wei-kuo di Jerman bersama para perwira Wehrmacht
Wang Shichun (汪士淳), (1996). Travelling alone for a thousand mountains: The Life of Chiang Wei-kuo (千山獨行 蔣緯國的人生之旅), Tianxia Publishing, Taiwan. ISBN 957-621-338-X
Zhou Shao (周劭). The trifles of Chiang Wei-kuo's youth (青年蔣緯國瑣事), within the volume "Huanghun Xiaopin" (黃昏小品), Shanghai Guji Publishing House (上海古籍出版社), Shanghai, 1995. ISBN 7-5325-1235-5
KWAN Kwok Huen (關國煊). Biography of Chiang Wei-kuo (蔣緯國小傳). Biography Literature (傳記文學), 78, 4.