Chen Shaokuan lahir pada 7 Oktober 1889 di Kota Chengmen, Cangshan, Fuzhou.[1] Ayah Chen bertugas di Angkatan Laut Kekaisaran Tiongkok, awalnya berprofesi sebagai tukang kayu. Ia tertarik pada pekerjaan ayahnya, dan bersekolah di Akademi Angkatan Laut Jiangnan di Nanjing pada usia 17 tahun. Pada usia 20 tahun, ia lulus dari akademi dan ditugaskan ke kapal penjelajah pelatihan Tongji, kemudian pada tahun 1910 ia bertugas di atas kapal Jingqing. Ia terus naik pangkat dan dipromosikan menjadi Letnan Komandan menjelang Perang Dunia I pada tahun 1914, dan kini bertugas di angkatan laut Republik Tiongkok.
Perang Dunia I
Karena Tiongkok bersikap netral selama Perang Dunia I, Angkatan Laut Republik Tiongkok tidak banyak terlibat konflik. Dalam sebuah kejadian yang tidak berkaitan dengan perang, Chen naik pangkat menjadi komandan dan ia ditugaskan di Zhaohe. Ia menyaksikan perang laut untuk pertama kalinya ketika ia berkunjung ke Amerika Serikat dan Britania Raya menumpangi sebuah kapal perang Angkatan Laut Britania Raya meskipun banyak bahaya yang akan ia alami selama di kapal tersebut pada saat itu. Ia juga menjadi atase angkatan laut di Britania Raya, Prancis, dan Italia.
Periode antar perang
Chen kemudian bergabung ke Angkatan Darat Revolusioner Nasional pada 1927 dan menjadi Wakil Direktur Departemen Angkatan Laut pada 1929, dan kemudian menjadi kepala departemen pada 1932. Ia juga menjabat sebagai anggota Komisi Urusan Militer Pemerintah Nasional dan anggota eksekutif Komite Pusat KMT.
Pada 1938, Chen diangkat menjadi Panglima Angkatan Laut. Setelah pemerintah nasionalis memindahkan ibukota ke Chongqing, Chen melakukan perang gerilya laut dibelakang garis musuh dan bekerja sama dengan setiap elemen militer Tiongkok di berbagai operasi tempur sepanjang negeri. Namun, pasukan gerilya pimpinan Chen juga memiliki masalah internal. Pada 1943, Chen memberikan rencana kepada pemerintah Tiongkok yang merencanakan pertempuran di empat komando palangan perang serta meminta anggaran untuk membeli 20 kapal induk. Pada Mei 1945, Chen pergi ke Amerika Serikat untuk menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ikut merumuskan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada 9 September 1945, Chen pergi ke Nanjing untuk menerima penyerahan Jepang. Namun, ia kemudian berulang kali menghadapi hambatan dalam pekerjaan sebenarnya untuk mengambil alih angkatan laut Jepang.
Perang Saudara Tiongkok
Tidak lama setelah menang di Perang Dunia II, Chiang Kai-shek memerintahkan Chen Shaokuan untuk memimpin sebuah detasemen angkatan laut untuk memblokir pasukan Tentara Pembebasan Rakyat di Shandong. Namun Chen menolak, berdalih bahwa Angkatan Laut Republik Tiongkok belum secukupnya pulih untuk kembali bertempur. Ia juga menyatakan bahwa selama perang ia tidak berbuat banyak, dan ia akan sangat merasa bersalah jika ia diperintah untuk bertempur melawan rekannya yang bertanah air sama. Chen kembali merumuskan agar ada pengadaan kapal induk yang ditolak oleh Chiang.[3] Chiang menilai bahwa Chen menyingkari perintah langsung, maka ia merebut kekuasaan dinas angkatan laut Tiongkok dan memecat Chen Shaokuan.[4] Chen kemudian kembali ke kampung halamannya. Pada 1949, Chiang mengutus Zhu Shaoliang untuk menjemput Chen ke Taiwan untuk membantu Chiang dalam urusan negara, namun Chen menolak.
Karir selama Republik Rakyat Tiongkok
Setelah berdirinya pemerintah Republik Rakyat Tiongkok pada 1949, Chen Shaokuan diangkat sebagai anggota Komite Militer dan Politik Tiongkok Timur, Wakil Ketua Pemerintahan Rakyat Provinsi Fujian, Wakil Gubernur, Wakil Ketua Komite Sentral Revolusi Rakyat, dan lain-lain, serta terpilih sebagai perwakilan Kongres Rakyat Nasional pertama, kedua, dan ketiga, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota Komite Pertahanan Nasional Republik Rakyat Tiongkok. Ia masuk ke Komite Revolusioner Kuomintang dan menjadi wakil ketua. Setelah pensiun, ia kembali ke kampung halamannya di Fuzhou. Dilaporkan bahwa setiap pagi ia akan berjalan santai di sebuah taman dan melihat bunga. Setelah sarapan, ia akan membaca koran dan kemudian belajar sejarah dan kaligrafi. Ia juga memimpin pembangunan Balai Leluhur Klan Chen dan terkadang mengajar di Sekolah Dasar Lulei setempat.[5]
Setelah Kelompok Empat runtuh pada 1976, nama baik Chen dibersihkan oleh pemerintah Tiongkok dan almarhum Chen diberikan upacara pemakaman oleh pemerintah Fujian. Sebuah eulogi diberikan kepada Chen yang merayakan karir Chen dengan pengalaman revolusionernya yang gemilang dalam "menjalin kontak dengan Partai kita pada tahap-tahap akhir Perang Pembebasan dan memberikan kontribusi bagi perjuangan pembebasan rakyat," memuji hidupnya sebagai "serius dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya, rendah hati dan bijaksana, rajin dan teliti, jujur dalam perilakunya, dan hemat dalam hidupnya," dan menyanjungnya sebagai "seorang demokrat patriotik yang dihormati oleh rakyat."