Setelah Pemberontakan Wuchang pada 1911, pasukan Chen menduduki Shanghai. Dia kemudian diangkat menjadi gubernur militer di wilayah itu. Chen melarikan diri ke Jepang bersama Sun Yat-sen setelah aksi revolusi mereka untuk melawan kediktatoran Yuan Shikai gagal. Setelah itu mereka membentuk Partai Revolusi Tiongkok yang kemudian berganti nama menjadi Kuomintang atau Partai Nasionalis Tiongkok. Ketika ia kembali ke Shanghai untuk melakukan aksi revolusi berikutnya, Yuan berhasil membunuhnya pada 18 Mei 1916.[1][2] Pembunuhan itu diyakini dilakukan oleh Zhang Zongchang, seorang jenderal yang setia kepada Yuan.[3]
Chen dianggap sebagai salah satu pahlawan revolusioner pada masa awal dan salah satu pendiri dari Republik Tiongkok. Dia juga anggota tertua yang kemudian dikenal sebagai "Keluarga Chen" (陳), salah satu dari empat (tiga lainnya adalah Chiang 蔣, Soong 宋 dan Kung 孔) nama keluarga paling kuat dan berpengaruh pada saat itu. Universitas yang diambil dari namanya sekarang telah digabung dan menjadi bagian dari Universitas Fudan dan Universitas Zhejiang setelah Perang Saudara Tiongkok. Monumen dirinya terletak di Huzhou, Zhejiang, Tiongkok.