Chasing Happiness adalah film dokumenter Amerika Serikat tahun 2019 yang mengikuti band pop rock asal Amerika Serikat, Jonas Brothers, sejak band tersebut bubar pada tahun 2013, hingga reuni mereka pada tahun 2019. Film ini disutradarai oleh John Lloyd Taylor, diproduseri oleh Reece Pearson dan Grant Macdowell, dan dirilis di Amazon Prime Video pada 4 Juli 2019.
Film lanjutan, Happiness Continues: A Jonas Brothers Concert Film, mengisahkan perjalanan Jonas Brothers keliling dunia untuk tampil dalam Happiness Begins Tour.
Sinopsis
Setelah Jonas Brothers bubar pada tahun 2013, para anggota band mengejar proyek individu mereka masing-masing. Pada tahun 2019, mereka membahas detail tentang apa yang menyebabkan mereka berpisah, dan apa yang membuat mereka ingin bersatu kembali sebagai sebuah band.
Latar belakang
Pada 22 April 2019, Jonas Brothers mengumumkan album reuni mereka, Happiness Begins (2019), yang dijadwalkan akan dirilis pada 7 Juni 2019.[1] Album tersebut didahului oleh film dokumenter berjudul Chasing Happiness,[2] yang dijadwalkan akan tayang perdana di seluruh dunia pada 4 Juni 2019,[3] di Amazon Prime Video.[4] Trailer film tersebut dirilis secara online pada 9 Mei 2019.[5]
Perilisan
Film dokumenter ini dirilis pada 4 Juni 2019,[6] tiga hari sebelum perilisan album studio kelima mereka, Happiness Begins.[7]
Musik
Untuk menyertai film dokumenter ini, Jonas Brothers merilis sebuah soundtrack berjudul Music from Chasing Happiness, yang dirilis pada 9 Mei 2019 melalui Republic Records. Soundtrack tersebut tersedia dalam bentuk CD, layanan streaming dan unduhan digital satu bulan sebelum perilisan film dokumenter ini.[8]
Selain beberapa lagu lama pilihan band, soundtrack tersebut berisi lagu orisinal, "Jersey",[9] dan penampilan langsung dari single nomor satu Billboard Hot 100 mereka, Sucker.[10]
Penerimaan
Di situs agregator ulasanRotten Tomatoes, 75% dari 8 ulasan kritikus bersifat positif, dengan peringkat rata-rata 7,0/10.[11] Chris Willman, dari majalah hiburan Variety, menulis bahwa film dokumenter ini menampilkan pandangan yang mendalam tentang pasang surut band, alasan mereka bubar dan kembali bersama.[12] Meskipun ia merasa bahwa film ini, pada beberapa bagian, terasa agak dibuat-buat dan menampilkan band sesuai keinginan mereka, film ini juga menunjukkan beberapa sisi dari saudara-saudara yang tidak semuanya positif, yang menurutnya membuat film dokumenter ini layak ditonton.[12]