Charles Alexander Kazimieras Salatka (26 Februari 1918–17 Maret 2003) adalah seorang prelat Gereja Katolik Roma Amerika Serikat. Ia menjabat sebagai uskup agungKeuskupan Agung Kota Oklahoma di Oklahoma dari 1977 sampai 1992. Salatka menjadi uskup pertama keturunan Lituania di Amerika Serikat.
Salaka sebelumnya menjabat sebagai uskup kesembilan Keuskupan Marquette di Michigan dari 1968 sampai 1977 dan sebagai uskup auksilier Keuskupan Grand Rapids di Michigan dari 1962 sampai 1968.
Biografi
Kehidupan awal
Charles Salatka lahir pada 26 Februari 1918, di Grand Rapids, Michigan, sebagai putra dari pasangan Charles Anthony dan Mary (Balun) Salatka.[1][2] Anthony adalah seorang tenaga kerja di sebuah pabrik lokal. Dalam usia 14 tahun, Salatka mulai masuk Seminari Santo Yosef di Grand Rapids. Setelah lulus dari sana, ia pergi ke Washington D.C. untuk masuk Catholic University of America.[3]
Imamat
Salatka ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Francis Haas untuk Keuskupan Grand Rapids pada 24 Februari 1945.[1] Setelah penahbisan, Salatka dikirim ke Roma untuk meneruskan pendidikan dan menerima dua gelar.[3] Ia menjadi pastor pertama Paroki Santo Mikael di Grand Rapids pada 1950. Pada 1959, ia diberi gelar monsinyur.
Uskup Auksilier Grand Rapids
Pada 9 Desember 1961, Paus Yohanes XXIII mengangkat Salatka menjadi uskup auksilier Keuskupan Grand Rapids dan uskup tituler Cariana.[4] Ia ditahbiskan di Grand Rapids oleh Kardinal Egidio Vagnozzi pada 6 Maret 1962.[1] Salatka menjadi uskup Amerika pertama keturunan Lituania.[2]
Uskup Marquette
Pada 10 Januari 1968, Paus Paulus VI mengangkat Salatka menjadi uskup Keuskupan Marquette .[5] Ia dilantik pada 25 Maret 1968.[1] Menghadapi defisit keuangan yang besar, Salaka terpaksa menutup dua pertiga sekolah di keuskupan tersebut.[3]
Paus Paulus VI mengangka Salatka menjadi uskup agung Keuskupan Agung Kota Oklahoma pada 11 Oktober 1977. Ia dilantik pada 15 Desember 1977.[1] Ia mendirikan Office of Hispanic Ministry pada 1970an dan belajar untuk bertutur bahasa Spanyol dalam usia 68 tahun sehingga ia dapat mengadakan misa dalam bahasa tersebut.
Pada 3 Oktober 1981, Salatka mengadakan misa pemakaman di Kota Oklahoma untuk Stanley Rother, seorang imam dari keuskupan tersebut. Rother dibunuh oleh tiga pembunuh, yang dianggap bekerjasama untuk kelompok sayap kanan, pada 28 Juli 1981, saat berada pada misi di Guatemala. Salatka memanggil Rother ke Oklahoma pada Januari 1981 karena nyawanya terancam. Namun, Rother mendorongnya untuk memperkenankannya kembali ke Guatemala.[7] Pada 23 September 2017, Rother dibeatifikasi.[8]
Pensiun dan warisan
Paus Yohanes Paulus II menerima pengunduran diri Salatka dari jabatan Uskup Agung Kota Oklahoma pada 24 November 1992.[9][1] Charles Salatka meninggal di Kota Oklahoma pada 17 Maret 2003.[1][10]