Pohon kecil atau perdu, tinggi hingga 20 m dan gemang batang setinggi dada hingga 40 cm. Pepagan mulus atau memecah dangkal, cokelat gelap, dengan lentisel.[10]:389
Daun-daun berpasangan, sama atau tidak sama besar keduanya. Tangkai daun 5–45 mm panjangnya, lokos tak berambut. Helaian daun seperti kulit (coriaceous), jorong, 8–32 × 2,5–13,5cm, panjang 2–4 kali lebarnya, ujungnya membundar atau meluncip pendek, pangkalnya membaji, gundul pada kedua sisi lembarannya, dengan 5–16 pasang tulang daun sekunder yang cenderung lurus, tulang daun tersier tak begitu tampak.[10]:389
Perbungaan sepanjang 5–20cm, renggang, lokos; tangkai perbungaan atau ibu tangkai bunga (peduncle) 1–15cm, sedangkan tangkai pada masing-masing kuntum bunga (pedicel) 3–15cm panjangnya. Kelopak bunga bundar telur atau hampir bundar betul, 2–4 × 2–4mm, panjang sekira 0,8–1,5 lebarnya, ujungnya membundar, lokos. Mahkota bunga putih, kadang kala dengan pipa mahkota yang kehijauan, pipa 15–19 × 2–4mm, 4–6,1 kali panjang kelopak, 0,9–1,2 kali panjang taju mahkota, lokos di sisi luarnya.[10]:389
Buah bentuk elipsoida miring hingga hampir bulat, 40–55 × 35–45mm, ujungnya kebanyakan membulat, jarang meruncing. Biji 10–12 × 5–6 × 4–5mm.[10]:389
Kegunaan
Getah hamperu badak dilaporkan digunakan untuk mengobati penyakit kulit, dan daunnya sebagai obat luar untuk menyembuhkan keseleo.[5]:1635 Pelbagai bagian tumbuhan ini mengandung alkaloida beracun, yang salah satu senyawanya berpotensi sebagai obat anti kanker.[11]
Referensi
↑IUCN SSC Global Tree Specialist Group & Botanic Gardens Conservation International (BGCI). (2019). Tabernaemontana sphaerocarpa. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T155290364A155290366. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T155290364A155290366.en. Diakses tgl 03 Mei 2024.
12Clercq, F.S.A. & M. Greshoff (1909). Nieuw plantkundig woordenboek voor Nederlandsch Indië. Met korte aanwijzingen van het nuttig gebruik der planten en hare beteekenis in het volksleven, en met registers der inlandsche en wetenschappelijke benamingen. p. 333 (no. 3282). Amsterdam: J.H. de Bussy.
123Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3: 1635. Jakarta: Balitbang Kehutanan. (versi berbahasa Belanda 1917 - 4:73)