Cem Sultan (juga dieja Djem atau Jem) atau Sultan Cem atau Şehzade Cem (22 Desember 1459–25 Februari 1495; pelafalan[ˈdʒemsulˈtaːn]; Ottoman Turkish: جم سلطان, romanized:Cem sulṭāncode: ota is deprecated ; Turki: Cem Sultancode: tr is deprecated ; Prancis: Zizimcode: fr is deprecated ) adalah seorang pangeran Utsmaniyah pada abad ke-15 yang menjadi pengklaim takhta Kekaisaran Utsmaniyah.
Cem merupakan putra ketiga Sultan Mehmed II dan saudara tiri Sultan Bayezid II, sehingga ia juga merupakan paman dari Sultan Selim I.
Cem lahir pada 22 Desember 1459 di Edirne. Ibunya adalah Çiçek Hatun. Sesuai kebiasaan bagi seorang Şehzade (pangeran), Cem diangkat menjadi gubernur provinsi Kastamonu pada tahun 1469. Pada Desember 1474, Cem menggantikan saudaranya Mustafa yang telah meninggal sebagai gubernur Karaman di Konya.[2]
Sengketa suksesi
Setelah kematian Mehmed Sang Penakluk pada 3 Mei 1481, Bayezid menjabat sebagai gubernur Sivas, Tokat, dan Amasya, sedangkan Cem memerintah Karaman dan Konya. Karena Mehmed tidak menunjuk pewaris resmi, perebutan takhta pun terjadi antara keduanya.
1481 dated akçe minted by Cem. On the obverse: "Sultan Cem son of Mehmed Khan" and on the reverse: "May his victory be glorious. Struck in Bursa, year 886 [AH]"
Cem sempat menguasai Bursa dan menyatakan dirinya sebagai Sultan Anatolia. Ia menawarkan pembagian wilayah dengan Bayezid—Eropa untuk Bayezid dan Asia untuk dirinya—tetapi Bayezid menolak keras dan mengatakan, “Antara para penguasa tidak ada kekerabatan.”[3] Dalam pertempuran di Yenişehir, Bursa pada 19 Juni 1481, Cem kalah dan melarikan diri bersama keluarganya ke Kairo.
Di Kairo
Sultan Mamluk Qaitbay (r. 1468–1496) menyambutnya dengan hormat, dan Cem sempat menunaikan ibadah haji ke Mekah, menjadikannya satu-satunya pangeran Utsmaniyah yang pernah berhaji.[3]
Namun tawarannya untuk berdamai dengan Bayezid ditolak, dan pada 1482 Cem melarikan diri ke Rhodes di bawah perlindungan Ksatria Hospitaller.
Setibanya di Rhodes, Cem disambut oleh Pierre d’Aubusson, Grand Master ordo tersebut. Namun d’Aubusson kemudian membuat perjanjian rahasia dengan Bayezid II untuk menahan Cem dengan imbalan 40.000 dukat per tahun. Cem diperlakukan dengan baik, tetapi tetap sebagai tawanan politik.
Cem kemudian dibawa ke Bourganeuf, Prancis, di mana sebuah menara dibangun khusus untuk menahannya. Setelah lima tahun, ia dipindahkan ke Roma pada 13 Maret 1489 atas perintah Paus Innosensius VIII.
Di Roma, Cem menjadi alat diplomasi antara Vatikan dan Bayezid II. Paus menerima pembayaran besar dari Sultan Bayezid untuk memastikan Cem tetap ditahan. Uang tebusan dari Bayezid bahkan digunakan untuk membiayai pembangunan Kapel Sistina.[5]
Ayşe Hatun, menikah dengan Mehmed Bey, putra Sinan Pasha.[13]
Dalam budaya
Sastra
Kisah Cem menjadi subjek buku Latin karya Guillaume Caoursin pada 1490-an, dan juga menginspirasi novel *Francesca: Les Jeux du Sort* (1872) karya Demesvar Delorme serta *The Damned Yard* (1954) karya Ivo Andrić. Novel *The Case of Cem* karya Vera Mutafchieva (1967) juga didasarkan pada kehidupannya.
Film dan Televisi
Film Cem Sultan (1951) menampilkan Bülent Ufuk sebagai pemeran utama.
Artikel ini dimulai sebagai terjemahan dari artikel di Wikipedia Turkye di tr: Cem Sultan dengan informasi tambahan dari Wikipedia Inggris di en: Cem Sultan.