Castle Bravo adalah yang pertama dalam serangkaian tes desain senjata termonuklir daya ledak tinggi yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Atol Bikini, Kepulauan Marshall, sebagai bagian dari Operasi Castle. Diledakkan pada 1 Maret 1954, senjata itu merupakan senjata nuklir paling kuat yang diledakkan oleh Amerika Serikat dan senjata termonuklir berbahan bakar lithium deuteride pertamanya. Daya ledak Castle Bravo adalah 15 megaton TNT (63 PJ), 2,5 kali prediksi 6 megaton TNT (25 PJ), karena reaksi tambahan tak terduga yang melibatkan lithium-7, yang menyebabkan kontaminasi radioaktif tak terduga di daerah timur Atol Bikini. Pada saat itu, ledakan Castle Bravo adalah ledakan buatan paling kuat dalam sejarah.[1]
Luruhan nuklir, yang terberat berupa karang permukaan yang hancur hasil peledakan, jatuh pada penduduk atol Rongelap dan Utirik, sedangkan luruhan nuklir yang lebih partikulat dan gas menyebar ke seluruh dunia. Penduduk pulau-pulau itu tidak dievakuasi sampai tiga hari kemudian dan menderita penyakit radiasi. Dua puluh tiga awak kapal penangkap ikan JepangDaigo Fukuryū Maru ("Naga Keberuntungan No. 5") juga terkontaminasi oleh luruhan nuklir berat, mengalami sindrom radiasi akut. Ledakan itu memicu reaksi internasional atas pengujian termonuklir atmosfer.[2]