CapCut, dikenal dalam Tiongkok sebagai JianYing (剪映; pinyin: Jiǎnyìng), adalah sebuah perangkat lunakponsel pintar yang digunakan untuk pengeditan video. Perangkat lunak ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi dari Tiongkok, ByteDance, yang juga mengembangkan platform media sosial TikTok. CapCut dirilis pada tahun 2020.[1][2][3] Aplikasi ini juga tersedia dalam versi web dan desktop.
Sejarah
Aplikasi ini pertama dirilis di Tiongkok pada 2019 dan awalnya tersedia untuk iPhone dan Android.[4][5] Pada 2020, namanya diganti sebagai CapCut (sebelumnya ViaMaker untuk versi internasional) dan tersedia secara internasional.[6] Kemudian, ranah aplikasi meluas ke versi web dan desktop untuk Mac dan Windows.[5]
Pada 2022, CapCut meraih 200 juta pengguna aktif.[7] Menurut The Wall Street Journal, pada Maret 2023, CapCut menjadi aplikasi paling diunduh kedua di Amerika Serikat, setelah peritel diskon Tiongkok Temu.[8][9] Pada Januari 2025, CapCut memiliki lebih dari 1 miliar unduhan di Google Play Store.[10]
Pada 1 Februari 2025, CapCut Pro untuk Windows diluncurkan.[11] Pada 27 November, versi Pro untuk Mac dirilis. Pada Juli 2025, CapCut Pro untuk HarmonyOS tersedia untuk tablet HarmonyOS NEXT.[12][13]
Fitur
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.
Menghapus tanda air secara gratis
Pemotongan dan penggabungan video
Pengubah kecepatan video
Pengubah suara video
Lapatas (Overlay), teks, stiker, dan emoji
Perpustakaan yang luas dari musik, stiker, dan lainnya
Efek video
Filter video
Transisi video
Rasio video
Sesuaikan video
Kanvas video
Templat video
Kontroversi
Pengumpulan data ilegal
Pada bulan Juli 2023, Banyak pengguna CapCut menuduh perusahaan tersebut mengambil keuntungan secara ilegal dari data pribadi mereka. Gugatan class-action yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara Illinois pada 28 Juli 2023, menuduh bahwa CapCut secara ilegal mengumpulkan dan mengambil keuntungan dari data pengguna, termasuk informasi biometrik dan geolokasi, tanpa persetujuan.[14][15] Pada bulan September 2025, Pengadilan federal menolak sebagian besar gugatan tersebut, yang menuduh perusahaan induk TikTok secara tidak sah mengambil data pribadi dari perangkat lunak penyuntingan video CapCut, karena dianggap tidak memiliki dasar, sementara sebagian dari gugatan kelompok tersebut terus berlanjut.[16]