Sejarah
Canva didirikan di Perth, Australia oleh Melanie Perkins, Cliff Obrecht dan Cameron Adams pada 1 Januari 2013. Pada tahun pertamanya, Canva mencatat jumlah pengguna sebanyak 750,000 orang.[12] Pada April 2014, seorang pakar teknologi dan sosial media bernama Guy Kawasaki bergabung ke perusahaan sebagai promotor merek.[13] Pada 2015, Canva for Work diluncurkan dan berfokus pada bagian pemasaran.[14]
Selama tahun 2016-2017, pendapatan Canva meningkat dari A$6.8 juta menjadi A$23.5 juta, dengan kerugian mencapai A$3.3 juta. Pada 2017, perusahaan meraih keuntungan dengan jumlah pelanggan berbayar mencapai 294.000 orang.[15]
Setahun kemudian Melanie mengumumkan bahwa perusahaannya meraih A$40 juta dari Sequoia Capital, Blackbird Ventures dan Felicis Ventures. Atas capaian tersebut, nilai valuasi perusahaan menjadi sebesar A$1 miliar.[15][16][17]
Pada Mei 2019, Canva mengalami pelanggaran keamanan yang menyebabkan 139 juta data penggunanya diretas.[18] Data yang diretas ini termasuk nama asli pengguna, nama pengguna, alamat, informasi geografi dan bahkan hingga kata kunci bagi beberapa pengguna.[19]
Dalam waktu bersamaan, perusahaan mencapai pendanaan lain sebesar A$70 juta dari General Catalyst dan Bond. Canva juga meraih pendanaan dari investor sebelumnya yakni Blackbird Ventures dan Felicis Ventures sehingga nilai valuasi Canva mencapai A$2.5 miliar.[20]
Lima bulan berikutnya, Canva mengumumkan bahwa mereka berhasil menambah dana tambahan sebesar A$85 million sehingga nilai valuasinya menjadi sebesar A$3.2 miliar.[10]
Pada Desember 2019, Canva meresmikan Canva for Education, sebuah produk gratis yang ditujukan untuk sekolah dan institusi pendidikan yang bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi antara murid dan guru.[21]
Memasuki Januari 2020, Canva mempublikaskan kebijakan privasi dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya agar dapat dipatuhi dan dipahami oleh para pengguna.[22]
Pada Agustus 2020 Canva kemudian merilis laporan bahwa telah terjadi peretasan pada Februari. Dilaporkan bahwa tercatat ada 4.200 email mencurigakan yang dibuat di Canva.[23]
1. Teori Kreatifitas Torrance
Secara umum, kreativitas yang kita ketahui adalah suatu kelebihan dari
masing-masing manusia dalam menciptakan hal-hal baru yang dapat berguna bagi
dirinya dan orang lain. Tak hanya hal baru, tetapi bisa juga menambahkan atau
memodifikasi dari ide yang sudah ada sebelumnya. Kreativitas sangatlah penting
dalam kehidupan manusia, karena sangat dibutuhkan dalam perkembangan
segala aspek kehidupan manusia. Dikutip dari spada.uns.ac.id dalam artikelnya
yang membahas tentang psikologi seni, Pengertian Kreativitas Menurut Torrance
(1981), adalah proses kemampuan individu untuk memahami kesenjangan
kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya, merumuskan hipotesis [24]