Ciri-ciri utama yang dapat dikenali surapari kepala-merah adalah modifikasi gigi rahang atas dan karakteristik sisik. Sisik bibir atas ketiga dan keempat menyentuh mata. Sisik mental tidak menyentuh perisai dagu anterior. Sisik hidung berorientasi lateral. Terdapat variasi geografis yang cukup besar. Sisik preokular terdapat pada ular dari Singapura dan Malaya, tetapi tidak ada pada ular dari Jawa, dan kadang-kadang ada pada ular dari Kalimantan dan Sumatra.
Surapari kepala-merah ini bersifat tak berbisa, namun karena kemiripannya ular ini sering dikelirukan dengan ular cabai besar ( Calliophis bivirgatus ) dan karang kepala-merah ( Bungarus flaviceps ) yang berbisa. Fenomena ini adalah contoh mimikri Batesian di mana hewan yang tidak berbisa melindungi dirinya sendiri dengan tampak mirip dengan hewan berbisa.
Biologi
C. schlegeli hidup di semak belukar hutan. Kadang-kadang ia muncul di jalan setapak dan di halaman serta kebun. Ia membuat liang untuk berlindung dan memakan mangsa kecil seperti cacing dan serangga.
Boulenger GA (1894). Katalog Ular di British Museum (Sejarah Alam). Volume II., Berisi Kesimpulan Colubridæ Aglyphæ. London: Dewan Pengawas British Museum (Sejarah Alam). (Taylor and Francis, pencetak). xi + 382 hlm. + Pelat I-XX. (" Calamaria schlegelii [sic]", hlm.345).
Das I (2006). Panduan Fotografi Ular dan Reptil Lainnya di Borneo . Pulau Sanibel, Florida: Ralph Curtis Books. 143 hlm. . ( Calamaria schlegeli, hal.27).
Duméril AMC, Bibron G, Duméril A[-HA ] (1854). Erpétologie umum atau sejarah alam lengkap dari reptil. Tome septième . Pesta perdana. Menyatukan sejarah ular yang tidak bisa ular. [= Herpetologi Umum atau Sejarah Alam Reptil Lengkap, Volume 7. Bagian Pertama, Berisi Sejarah Alam Ular Tidak Berbisa]. Paris: Roret. xvi + 780 hal. ( Calamaria schlegeli, spesies baru, hal.81–83). (dalam bahasa Prancis).