Cagar Alam Pulau BaweanSepasang rusa bawean jantan dan betina yang berada di Pulau Bawean.
Cagar Alam Pulau Bawean atau Cagar Alam dan Suaka Margasatwa Pulau Bawean adalah kawasan konservasi yang terletak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kawasan konservasi ini memiliki luas 45,569 km² dan mencakup sebagian dari Pulau Bawean yang terpisah dari daratan utama Kabupaten Gresik yang berada di Pulau Jawa. Cagar alam ini terkenal karena salah satu satwa endemiknya yang dilindungi, rusa bawean (Axis kuhli).[1]
Area
Pulau Bawean ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada 5 Desember 1979. Terdapat dua entitas kawasan konservasi di Pulau Bawean, yaitu suaka margasatwa dengan luas 38,316 km² dan cagar alam dengan luas 7,25 km² yang mencakup Danau Kastoba. Bila total kedua kawasan konservasi tersebut digabungkan, maka total luas dari kawasan konservasi ini adalah 45,569 km². Luas tersebut mencakup 38% dari total luas Pulau Bawean. Kedua entitas kawasan tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Indonesia No.762/ Kpts/Um/12/1979.[2] Pada tahun 2013, terdapat usulan agar Cagar Alam Bawean yang mencakup Danau Kastoba diturunkan statusnya sebagai cagar wisata.[3]
Karakteristik
Pemandangan udara dari Danau Kastoba yang berada di kawasan konservasi.
Cagar Alam dan Suaka Margasatwa Pulau Bawean memiliki karakteristik hutan tropis dataran rendah yang bersifat kering dan didominasi oleh pohon mahoni. Hutan-hutan di area ini juga dipenuhi oleh berbagai macam anggrek. Kawasan konservasi ini melingkupi hutan jati serta Danau Kastoba, sebuah danau yang terbentuk dari kawah gunung berapi muda dengan kedalaman 140 m. Tanaman yang ada di kawasan ini sebagian besar ada di Pulau Jawa, tetapi terdapat pula tanaman yang tidak ditemukan di Jawa seperti almon liar (Irvingia malayana).[4] Di kawasan ini, dapat ditemukan berbagai macam hewan endemik seperti rusa bawean, elang-ular bido ras bawean (Spilornis cheelabaweanus),[1] serta kupu-kupu endemik bawean (Atrophaneura coon sangkapura) dan babi kutil (Sus Verrucosus).[5] Selain hewan endemik, terdapat hewan lain di area Pulau Bawean yang dapat dijumpai di tempat lain seperti monyet ekor panjang, musang, landak, dan babi hutan.[2]
Referensi
12Bela Prapitasari, Rohmatu Ma’rifah, Siti Aisah, Irma Dwiyanti, Hidayatun Tri U, Raafi Nur Ali, Nur Annisa R, Febriyan Eka Tama, Nur Anitasar, Risti Zahroh, Resa Nadia Putri, Dhanis Nuranggitasari, Aulya Nidaur Rahmah, Emi Ma’rufah, Tunjung Nugraheni (Desember 2021). Biodiversitas Pulau Bawean: Anggrek, Herpetofauna, Burung, Capung, dan Kupu-kupu(PDF). Bantul: CV Masa Kini. hlm.4. ISBN978-623-95602-9-4.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)