Pada bulan Juni 1980, Pusat Konservasi dan Riset Tiongkok untuk panda didirikan di Wolong atas upaya dari World Wildlife Fund (WWF) dan pemerintah Tiongkok. Untuk saat ini, periset telah melakukan banyak proyek riset pembiakan terhadap panda dan berhasil membiakkan 66 anak panda.[2]
Sebuah sungai gunung mengalir melalui Lembah Wolong (di mana cagar alam ini berada); alirannya sangat deras membawa serta bebatuan besar dan batuan bulat kecil. Air sungai agak bersifat basa dengan pH (derajat keasaman) dalam kisaran 8,91. Kekeruhankualitas air cukup tinggi disebabkan oleh pasir yang luas dan penambangan kerikil di sungai.[5]
Menurut sebuah riset tahun 2001 oleh Dr. Jianguo Liu dari Universitas Negara Bagian Michigan, laju kerusakan lebih tinggi setelah pembangunan cagar alam ini dibandingkan dengan sebelum pembangunannya.[6] Dengan menggunakan citra satelit NASA dan catatan-catatan populasi, tim riset Liu menyimpulkan bahwa disebabkan oleh pariwisata dan peningkatan jumlah penduduk lokal, cagar alam ini menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Wisatawan tidak berpikir bahwa mereka berdampak pada habitat panda, tetapi secara tidak langsung setiap pengunjung memiliki beberapa dampak", kata Liu. "Kita tidak melihat diri kita sebagai kekuatan destruktif, tetapi kita ternyata memang begitu".[7]
↑Hogan, C.M., Lumina Tech, Environmental analysis of the Wolong National Nature Reserve (2007)
↑Liu, Jianuo, Marc Linderman, Zhiyun Ouyang, Li An, Jian Yang, and Hemin Zhang. "Ecological Degradation in Protected Areas: The Case of Wolong Nature Reserve for Giant Pandas." Science 292.5514 (2001): 98-101. Web. 18 Feb. 2016.