Awalnya diluncurkan pada Oktober 2020 untuk membantu perusahaan truk komersial menjadwalkan pemeriksaan kargo, fungsionalitasnya diperluas pada tahun 2023 untuk mencakup migran yang mengajukan klaim suaka. Aplikasi ini menghadapi kritik dari Partai Republik yang berpendapat bahwa aplikasi tersebut memfasilitasi imigrasi ilegal, yang memungkinkan individu untuk memasuki AS sebelum klaim kasus suaka mereka diperiksa sepenuhnya. Para kritikus khawatir hal ini dapat menyebabkan lebih banyak insiden "tangkap dan lepas" (catch and release), di mana individu diizinkan tinggal di AS sambil menunggu persidangan meskipun pada akhirnya mereka akan diputuskan tidak memenuhi syarat untuk masuk.
Pemerintahan Trump menutup aplikasi ini pada 20 Januari 2025,[3] dan kemudian meluncurkannya kembali pada Maret 2025 dengan tujuan baru untuk membantu imigran ilegal dalam melakukan deportasi mandiri (self-deportation), serta mengubah namanya menjadi "CBP Home".[4][5]
Pengumuman peluncuran aplikasi CBP Home oleh Donald Trump
Sejarah
CBP One diluncurkan pada 28 Oktober 2020, terutama untuk membantu perusahaan truk komersial menjadwalkan pemeriksaan kargo.[6][7]
Pada Januari 2023, fungsionalitas CBP One diperluas untuk mencakup migran yang mengajukan klaim suaka.[7]
Pada Mei 2023, CBP One ditetapkan oleh pemerintahan Biden sebagai satu-satunya jalur untuk meminta suaka di Perbatasan Meksiko–Amerika Serikat dan memesan janji temu suaka.[8][9][10] Hampir satu juta orang mengatur janji temu pemeriksaan menggunakan aplikasi ini—sekitar 1.450 setiap harinya—sejak Januari 2023.[11]
Pada 20 Januari 2025, tak lama setelah dilantik, pemerintahan Trump mengakhiri penggunaan aplikasi ini. Selain aplikasi yang tidak lagi digunakan, semua janji temu yang ada melalui aplikasi tersebut dibatalkan.[12] Janji temu yang telah dikonfirmasi pada pukul 05.00 pagi di Hari Pelantikan tetap dijalankan sesuai jadwal, namun pada pukul 13.00, aplikasi memberi tahu pencari suaka bahwa janji temu mereka telah dibatalkan.[11] Beberapa dari mereka yang janji temunya dibatalkan merupakan bagian dari program transportasi Meksiko untuk orang-orang dengan janji temu CBP yang telah dikonfirmasi.[11]
Aplikasi ini diluncurkan kembali pada Maret 2025 sebagai CBP Home untuk membantu imigran ilegal dalam melakukan deportasi mandiri dari Amerika Serikat. Menurut Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS) Kristi Noem, imigran ilegal yang menggunakan aplikasi ini dan meninggalkan negara itu secara sukarela mungkin memiliki kesempatan untuk kembali secara legal di masa depan, sementara mereka yang dikenakan tindakan deportasi paksa tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan izin tinggal legal.[5]
Fitur
CBP One memfasilitasi akses ke berbagai layanan CBP.[1] Aplikasi ini menjadi platform wajib bagi migran di Perbatasan Meksiko–Amerika Serikat untuk menjadwalkan janji temu pemrosesan suaka di pintu masuk (port of entry).[9] Sebuah gugatan perwakilan kelompok terhadap pemerintah AS diajukan oleh organisasi kemanusiaan dan mereka yang terdampak oleh aplikasi tersebut. Mereka berpendapat bahwa keharusan memiliki akses internet dan ponsel pintar, serta pilihan bahasa yang terbatas, mempersulit pengajuan suaka. Dalam sebuah laporan tahun 2024,[13]Amnesty International menggambarkan proses seleksi aplikasi tersebut sebagai "lotre", dengan beberapa orang menunggu selama lebih dari satu tahun.[8]
Selain itu, aplikasi ini diwajibkan bagi warga Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela untuk menyerahkan data biometrik yang diperlukan untuk otorisasi perjalanan dan pembebasan bersyarat (parole) di bawah program nasional tertentu.[7] Pengumpulan informasi pribadi ini dikritik oleh Amnesty International, yang menambahkan bahwa sistem pengenalan wajahnya tidak dapat diandalkan untuk beberapa demografi dan berpotensi menimbulkan diskriminasi.[8]
CBP One mengharuskan migran berada di wilayah Meksiko Tengah dan Meksiko Utara agar aplikasi berfungsi.[1][14] Aplikasi memverifikasi lokasi pengguna dan memblokir upaya untuk membuat janji temu dari luar wilayah yang diizinkan.[14]
CBP Home dapat digunakan untuk memberi tahu DHS mengenai deportasi mandiri, mengajukan formulir I-94, meminta pemeriksaan bagasi dan kargo, menyerahkan manifes perjalanan, serta memeriksa waktu tunggu penyeberangan perbatasan.[5]
123"CBP One: An Overview". American Immigration Council. December 9, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 15, 2025. Diakses tanggal September 16, 2024.