Burung semut[1] adalah sebuah famili burung pengicau besar, Thamnophilidae.[2] Mereka ditemukan di wilayah subtropis dan tropis Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko hingga Argentina. Terdapat lebih dari 200 spesies dalam famili ini, dengan nama umum cendet-semut, cikrak-semut, vireo-semut, mata-api, burung-semak, dan mata-gundul.
Burung semut umumnya berukuran kecil dengan sayap bulat dan kaki yang kuat. Biasanya bulu mereka kelabu pucat, putih, cokelat, dan pisangga. Kedua jenis kelaminnya memiliki sedikit perbedaan corak dan warna bulu. Beberapa spesies mengkomunikasikan peringatan ke lawannya dengan menampakkan bagian bulu putih di belakang pundak mereka. Kebanyakan dari mereka memiliki paruh yang berat, yang melengkung ujungnya pada beberapa spesies.
Kebanyakan spesies hidup di hutan, namun beberapa ditemukan pada habitat lainnya. Mereka sebagian besar memakan serangga dan arthropoda lainnya. Terkadang mereka juga akan memakan vertebrata kecil. Kebanyakan jenis burung semut mencari makan di lapisan bawah dan tengah hutan, namun sedikit di antaranya mencari makan di kanopi dan di permukaan tanah.
Sekitar 18 spesies terspesialisasi dalam mengikuti arisan semut tentara untuk memakan invertebrata kecil yang dipancing keluar oleh semut-semut tersebut.[4]
Burung semut adalah hewan monogami dan melindungi teritorinya. Umumnya mereka menelurkan dua telur di sarangnya. Kedua induk sama-sama menginkubasi telur serta membesarkan anakan mereka. Setelah lepas sarang, masing-masing induk hanya merawat satu anakan.
Terdapat 38 spesies yang terancam kepunahan karena aktivitas manusia. Ancaman utama mereka adalah kerusakan habitat, yang memudahkan pemangsa untuk mencapai mereka.
↑Zimmer K. & Isler M. 2003. Family Thamnophilidae (typical antbirds) pp. 459–531 in del Hoyo J; Elliot A. & Christie D. (eds) 2003. Handbook of the birds of the world, volume 8: Broadbills to Tapaculos. Lynx Edicions. ISBN84-87334-50-4
↑Irestedt M. et al 2004. Phylogenetic relationships of typical antbirds (Thamnophilidae) and test of incongruence based on Bayes factors. BMC Evol. Biol. 4: 23.
↑Willis E. and Oniki Y. 1978. Birds and army ants. Annual Review of Ecology and Systematics9: 243–263. Diarsipkan 2016-04-12 di Wayback Machine.