Meskipun masih bersekolah, Laila sudah berpacaran dngan Hamid. Ayah Laila, Saudagar Abdullah berusaha menghalangi, karena hubungan mesra itu mengganggu sekolah Laila. Laila disuruh belajar di rumah, tetapi Laila tetap berusaha bertemu pacarnya. Suatu ketika usaha Abdullah mengalami kebangkrutan. Ia ditolong oleh Usman, seorang yang kaya raya. Sesudah terikat budi, Usman meminta Laila untuk menjadikan istri. Abdullah merestui. Ternyata Laila diperlakukan secara kejam oleh mertuanya. Laila pun lari, tanpa tahu bahwa ayahnya sudah meninggal dunia. Untunglah ia bertemu kembali dengan Hamid, dan mereka hidup bersama dan bahagia.[1]