Datuk Seri PanglimaBung Moktar bin Radin (14 September 1959–5 Desember 2025) adalah seorang politikusMalaysia. Ia memegang jabatan Wakil Ketua Menteri I Sabah merangkap Menteri Pekerjaan Umum dari 29 September 2020 hingga 11 Januari 2023 di bawah koalisi pemerintahan Gabungan Rakyat Sabah yang dipimpin oleh Hajiji Noor.
Kiprahnya di parlemen dimulai sejak dirinya menduduki kursi anggota Dewan Rakyat untuk daerah pemilihan Kinabatangan, Sabah mewakili Fraksi Barisan Nasional dari tahun 1999.[1] Selama keaktifannya di politik, ia dijuluki sebagai politikus kontroversial.[2]
Pada 2020, Koalisi BN sempat mencalonkan Bung Moktar sebagai Ketua Menteri Sabah, sebelum akhirnya menyepakati untuk mengusung Hajiji Noor sebagai ketua menteri dari Perikatan Nasional (PN).[3] Keputusan tersebut dibuat mengingat Koalisi PN meraih jumlah kursi terbanyak dengan mencapai 24 kursi, sedangkan BN hanya memperoleh 16 kursi di Dewan Undangan Negeri Sabah.
Kehidupan pribadi
Bung Moktar menikah secara poligami dengan Nor Asidah Alimudin dan Zizie Ezette Abdul Samad, serta dikaruniai tujuh orang anak.[4]
Pernikahannya dengan istri keduanya dilakukan tanpa izin pencatat nikah, yang mengakibatkannya dijatuhi hukuman penjara satu bulan. Ia terhindar dari hukuman penjara karena membayar denda sebagai gantinya.[5]
Penyakit dan kematian
Bung Moktar dilaporkan jatuh sakit setelah menyerahkan berkas pencalonannya pada 15 November 2025. Ia dirawat di rumah sakit tetapi diperbolehkan pulang beberapa hari kemudian. Meskipun disarankan untuk beristirahat, ia kembali berkampanye.[6]
Media melaporkan bahwa Bung Moktar kembali dirawat di rumah sakit pada 4 Desember akibat infeksi paru-paru.[7] Ia kemudian dinyatakan berada dalam kondisi kritis akibat gagal ginjal dan infeksi paru-paru. Bung Moktar meninggal keesokan harinya di Rumah Sakit Gleneagles Kota Kinabalu. Ia berusia 66 tahun.[8]