Bulupoddo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Bulupoddo merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Sinjai Utara. Luas wilayahnya adalah 99.47km2 dengan ibu kota kecamatan di Desa Lamatti Riattang. Geografi Kecamatan Bulupoddo termasuk bagian dari Formasi Walanae. Penduduk di Kecamatan Bulupoddo bermata pencaharian utamanya sebagai petani. Kecamatan Bulupoddo rawan terkena bencana tanah longsor. Masyarakat di Kecamatan Bulupoddo telah memiliki budaya pernikahan dan rumah adat.
Wilayah administratif
Kecamatan Bulupoddo adalah salah satu kecamatan yang termasuk bagian dari Kabupaten Sinjai.[1] Awalnya, wilayah Kecamatan Bulupoddo merupakan bagian dari Kecamatan Sinjai Utara. Melalui Pasal 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1992, ditetapkan pemekaran sebagian wilayah Kecamatan Sinjai Utara menjadi Kecamatan Bulupoddo. Wilayah yang dimekarkan meliputi Desa Lamatti Riattang, Desa Lamatti Riaja, Desa Bulu Tellue dan Desa Duampanuae.[2]
Pada tahun 2014, wilayah Kecamatan Bulupoddo telah terbagi menjadi 6 desa.[3] Pada tahun 2020, luas Kecamatan Bulupoddo adalah 99.47km2. Ibu kota Kecamatan Bulupoddo terletak di Desa Lamatti Riattang.[4]
Geografi
Kecamatan Bulupoddo merupakan bagian dari Formasi Walanae. Formasi Walanae mengalami penindihan dengan batuan gunung api pada Formasi Camba dalam keadaan yang tidak selaras. Dalam Formasi Walanae terjadi perselingan antara batu pasir, konglomerat, dam tufa, dengan sisipan batu lanau, batu lempung, batu gamping, napal dan lignit. Selain itu terdapat batu pasir dengan ukuran butir yang sedang sampai kasar. Batu pasir ini berbentuk gamping dan agak kompak dengan komposisi campuran antara andesit dan kuarsa. Sementara tufanya berkisar dari tufa breksi, breksi, tufa lapili, tufa kristal yang mengandung biotit, aglomerat yang berkomponen andesit, trakit dan basal.[5]
Mata pencaharian
Sebagian besar penduduk di Kecamatan Bulupoddo bermata pencaharian sebagai petani.[6] Pada tahun 2020, di Kecamatan Bulupoddo sama sekali tidak ada kegiatan produksi perikanan darat. Tidak ada kegiatan budidaya perikanan yang memanfaatkan tambak, kolam, sungai maupun sawah.[7]
Bencana alam
Kecamatan Bulupoddo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sinjai yang rawan mengalami bencana tanah longsor.[8]
Budaya
Pernikahan
Masyarakat di Kecamatan Bulupoddo utamanya di Desa Bulu Tellue, telah menjadikan uang belanja dalam pernikahan sebagai penanda bagi status sosial seseorang. Nilai dari uang belanja yang dibawakan oleh calon pengantin laki-laki kepada calon pengantin perempuan dianggap sebagai pemberitahu tingkat kekayaan yang dimiliki seseorang.[9]
Rumah adat
Di Dusun Karampuang, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, terdapat sebuah rumah adat bernama Rumah Adat Karampuang. Lokasi Rumah Adat Karampuang berada di bagian puncak dari sebuah bukit bernama Batu Lappa.[10] Rumah Adat Karampuang terdiri dari dua bangunan yang struktur bangunannya menampilkan ciri khas rumah adat suku Bugis.[11]
Referensi
Catatan kaki
↑Ishak, W., Ahmadin, dan Najamuddin (2020). "Pesona Objek Wisata Sejarah di Kabupaten Sinjai". Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Busines Event. 2 (2): 99. ISSN2656-1301. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
↑Amirullah dan Ridwan, M. (2021). "Interpretasi Kawasan Adat Karampuang Kabupaten Sinjai sebagai Suplemen Ajar Mata Kuliah Ragam Budaya Lokal". Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial. 4 (2): 72–73.
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai (2021). Publikasi Statistik Sektoral 2021(PDF). Sinjai: Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)