Sejarah
BiTV didirikan oleh pengusaha lokal Hardi dan istrinya pada akhir tahun 2002 dengan investasi Rp 2 miliar. Sebenarnya, Hardi berencana mendirikan stasiun televisi di Pontianak dan Padang, tetapi setelah dibantu oleh wali kota Bukittinggi saat itu, H. Djufri, maka dipilihlah Bukittinggi karena dianggap lebih potensial. Siaran awal BiTV mengudara pada 22 November 2003 dari jam 15:00-17:00 WIB dan disiarkan lewat pemancar 300 watt, saat itu hanya berupa color bar pada kanal 26 UHF. Operasionalnya dipusatkan saat itu di kantor RRI, Jl. dr A. Rivai 22, dengan bantuan 5 komputer.[5][6] Menurut manajemennya, saat itu BiTV yang hanya bermodal 10 karyawan cenderung bersifat coba-coba, yang dapat dilihat dari karyawannya yang mayoritas belum berpengalaman sehingga harus dilatih dulu di Jakarta.[7] Baru setelah dilakukan perumusan dengan berbagai diskusi, BiTV kemudian memiliki tekad bagi menyediakan program-program lokal yang sesuai dengan kebudayaan Minang dan pariwisata lokal, dan juga membantu mengembangkan ekonomi masyarakat.[5]
Belakangan, stasiun televisi pertama di Bukittinggi dan Sumatera Barat ini bisa menyiarkan program-program berita ditambah acara sosial dan keagamaan, sehingga waktu siarnya diperpanjang menjadi 15:00-20:00 WIB. Mulai awal 2005 BiTV sudah bersiaran resmi dengan jam siaran menjadi 12 jam/hari. Tidak hanya berita, BiTV juga memiliki visi menjangkau seluruh daerah Sumatera Barat, dapat memproduksi sinetron lokal berlatar belakang cerita rakyat Minang, dan menarik investor dari masyarakat Minang baik dari dalam maupun luar negeri untuk memajukan BiTV.[7] Program-program BiTV kemudian bertambah meliputi agama, budaya, pendidikan, sosial ekonomi, politik dan informasi[4] seperti dalam bentuk dialog,[8] berita lokal,[9] maupun menyelenggarakan acara off air.[1] Programnya diperkirakan 80% siaran lokal, sementara sisanya dari luar, seperti kerjasama dengan Antara TV,[10] dan City TV Network. Tahun 2011 juga, BiTV berhasil mendapat Izin Penyelenggaraan Penyiaran bernomor No. 47/KEP/M.KOMINFO/2/2011.[4]
Sayangnya, sejak kira-kira pertengahan 2010-an, stasiun televisi yang memiliki slogan "Tivinyo Urang Awak"[1] ini menghilang, dengan alasan yang kurang jelas.[11][12]
Pada tanggal 20 Mei 2024, Bukittinggi TV comeback dengan wajah baru
Bukittinggi TV sekarang dipegang oleh Jawa Pos Multimedia atau disingkat "JPM"