Nama Bukit Batok berasal dari Bahasa Melayu. Kata 'bukit' diberikan karena beberapa bagian kawasan ini yang berbukit-bukit.[1] Ada beberapa kemungkinan mengenai asal kata 'batok'. Salah satu teori adalah pohon kelapa tumbuh di desa yang tadinya berada di daerah ini, sehingga para keturunan Jawa memberikan nama 'batok' (atau kelapa). Teori lain adalah bahwa bukit-bukit disini terbentuk dari granit, sehingga diberikan nama batu oleh orang-orang Melayu.[1] Oleh lidah orang-orang Tionghoa, kata ini berubah menjadi bato dan kemudian batok.
Teori lain mengatakan bahwa batok maksudnya adalah 'batuk' (karena hawa dingin di Bukit Batok menyebabkan batuk-batuk), dan teori lain mengatakan batok disini bermakna tengkorak (karena bukitnya terlihat seperti tengkorak).
Sejarah
Menurut HDB, Bukit Batok dikembangkan secara besar-besaran sebagai kota satelit HDB dimulai pada tahun 1970-an.[1] Blok-blok HDB pertama (blok 2xx) selesai dibangun pada tahun 1983, diikuti blok-blok 1xx dan 6xx pada tahun 1965. Selanjutnya bagian Bukit Gombak juga dikembangkan, diikuti pembangunan di Bukit Batok West.
Pada saat ini Bukit Batok telah berkembang menjadi kota terencana yang memiliki pusat perbelanjaan, stadion olahraga, taman alam dan sekolah.[1]
Rekreasi
Pemandangan di Bukit Batok Town Park (Little Guilin).
Menurut HDB, Bukit Batok termasuk kawasan yang dianggap "hijau", dengan banyaknya taman-taman yang ada.[1] Selain taman-taman kecil yang tersebar di lingkungan Bukit Batok, juga terdapat dua taman alam, yaitu:
Daerah ini dilewati oleh Jalur Utara SelatanMRT, dan memiliki dua stasiun, Bukit Batok dan Bukit Gombak. Terdapat juga terminal bus Bukit Batok Interchange, di dekat stasiun MRT Bukit Batok. Dengan kendaraan pribadi, kawasan ini terletak tepat disebelah utara Pan Island Expressway (PIE), yaitu melalui exit Bukit Batok Road.