Bujlud (Arab Maroko:بوجلودcode: ary is deprecated , translit.pemilik kulit atau bilmawenArab Maroko:بيلماونcode: ary is deprecated atau bahasa Berber: ⴱⵉⵍⵎⴰⵡⵏcode: ber is deprecated ) adalah perayaan rakyat tahunan oleh orang-orang dari etnik Berber di beberapa wilayah Maroko, yang dilaksanakan oleh satu orang atau secara berkelompok dengan mengenakan kulit hewan kurban yang dikurbankan pada Iduladha.[1][2][3]
Etimologi
Istilah Bujlud berasal dari bahasa Arabأبوcode: ar is deprecated abu (artinya ayah atau pemilik)[4] dan jludجلودcode: ar is deprecated (jamak dari jildجلدcode: ar is deprecated , berarti kulit, kulit hewan berbulu atau bulu),[5] sehingga bujlud berarti ayah atau pemilik bulu.
Perayaan bujlud biasanya dilaksanakan setelah hari raya Iduladha yang diawali dengan karnaval, oleh muda-mudi yang mengenakan topeng dan kulit domba atau kambing yang telah dikurbankan sebelumnya. Mereka menari-nari dan bermain-main dengan orang yang ditemui. Intinya mereka ingin menyebarkan tawa dan keceriaan.
Interpretasi
Etnolog Prancis, Edmon Doutté dan Émile Laoust menyatakan bahwa tradisi ini terkait dengan era Berber pra-Islam yang merayakan pergantian musim, tentang kematian dan kebangkitan.[7] Antropolog Finlandia, Edvard Westermarck mengaitkan tradisi ini dengan festival Saturnalia Romawi.[8]
Seorang antropolog Maroko yang bernama Abdellah Hammoudi, dalam esainya yang bertajuk The Victim and Its Masks: An Essay on Sacrifice and Masquerade in the Maghreb, menolak pendapat dan interpretasi tersebut serta menyatakan bahwa bujlud sebagai sebuah praktik budaya Maroko yang tidak dapat dipisahkan dari pengorbanan Iduladha.[9][10]
Pandangan Islam
Menurut para ulama setempat, perayaan ini "tidak boleh dilakukan karena membandingkan manusia, yang telah diberkahi oleh Allah, menyamakannya dengan hewan, serta kulit-kulit hewan tersebut menodai tubuh manusia. Perayaan ini juga membuat Salat tidak mungkin dijalankan tepat waktu, karena membutuhkan waktu dalam hal berganti pakaian, membuat orang tersebut harus berwudu setiap kali melepas kulit hewan, karena kulit tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap, terutama pada musim panas."[11]
Referensi
↑"انطلاق كرنفال "بيلماون" بإنزكان المغربية"[Peluncuran karnaval "Bilmaun" di Inesgan, Maroko]. الجزيرة مباشر (dalam bahasa Arab). 11 Oktober 2015. Diakses tanggal 19 Oktober 2019.
↑Saber, Yassine (28 Agustus 2018). "Boujloud, un rite en mal de valorisation"[Bujlud, Ritual yang Perlu Dihargai]. L'actulaité en continu (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari asli tanggal 20 Januari 2020. Diakses tanggal 19 Oktober 2019.
↑عزام, إسماعيل (30 Oktober 2012). ""بوجلود" .. "أسطورة" تراثية تتحول إلى "كابوس""["Bujlud" .. Sebuah warisan "legenda" berubah menjadi "mimpi buruk"]. Hespress (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 19 Oktober 2019.