Ada berbagai julukan yang diberikan kepada Budi Sudarsono, seperti "budigol" maupun si "ular phyton". Hal ini tidak terlepas dari gaya permainan yang ia peragakan, yang dapat mengundang decak kagum bagi siapa saja yang melihat aksinya. Ia dapat dikatakan sebagai seorang striker yang oportunis dan mampu memanfaatkan berbagai peluang, bahkan pada ruang sempit sekalipun. Sayangnya emosi kadang membuatnya hilang kendali. Peluang yang matang sekalipun kadang tidak dapat diselesaikan menjadi gol.
Berakhirnya Liga Indonesia 2007, Budi mencoba peruntungan di Malaysia dengan menerima tawaran PDRM (Polis Diraja Malaysia), klub anggota Liga Super Malaysia. Budi dikontrak selama 4 bulan dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,5 juta. Sejauh ini Budi telah mencetak 5 gol, 2 gol dicetak pada debutnya bersama PDRM di ajang Piala FA Malaysia melawan KOR RAMD dengan skor akhir 5-1 untuk PDRM. Sebuah golnya dipersembahkan di Liga Super Malaysia ke gawang Perak F.C., gol pembukanya tidak membawa kemenangan untuk timnya, PDRM dibantai Perak F.C. dengan skor 5-1.
Setelah bermain selama 1 kompetisi penuh bersama Persib, Budi Sudarsono kembali bermain bersama klub Sriwijaya FC di mana sekarang di tangani oleh pelatih Kas Hartadi. Pada musim kompetisi 2012/13, Budi kembali memakai jersey lamanya bernomor punggung 13.
Persikabo Bogor
Setelah Budi membela Persenga Nganjuk, akhirnya pada musim kompetisi 2013/14, Ia memperkuat salah satu klub peserta divisi utama yaitu Persikabo.
PSCS Cilacap
Setelah menyelesaikan kompetisi musim 2014, kini dia telah resmi masuk kedalam tim PSCS Cilacap terhitung tanggal 20 Maret 2015.
Bersama Persik Kediri, ia sempat dilanda cedera yang agak parah, sehingga pada saat yang bersamaan ia tidak dipanggil oleh timnas dalam beberapa even. Bahkan, saat timnas mangikuti pertandingan piala AFF, Budi hanya dimainkan pada satu pertandingan, itu pun hanya setengah babak saja.
Budi kembali ke Persik Kediri sebagai pelatih kepala di musim 2019/20. Namun, dia tidak melaksanakan satu pertandingan resmi karena kompetisi dihentikan akibat Pandemi COVID-19, dan digantikan oleh Joko Susilo.
Pada 15 Agustus 2021, Belitong FC resmi menunjuknya sebagai kepala akademi.[3]
Prestasi dan penghargaan
Individu
Pencetak gol terbanyak pada Kejuaraan Sepak Bola Asia Tenggara 2008