Efek samping yang umum terjadi setelah penggunaan budesonid inhalasi antara lain infeksi pernapasan, batuk, dan sakit kepala.[1]Efek samping yang umum terjadi setelah penggunaan budesonid kapsul antara lain lelah, muntah, dan nyeri sendi.[1]Efek samping berat yang mungkin terjadi antara lain peningkatan risiko infeksi, kehilangan kekuatan tulang, dan katarak.[1]Penggunaan kapsul dalam jangka panjang dapat menyebabkan insufisiensi adrenal.[1] Karena hal tersebut, menghentikan terapi kapsul seketika setelah penggunaan jangka panjang dapat membahayakan pasien.[1]Budesonid inhalasi relatif aman digunakan pasa pasien yang sedang hamil.[1]Budesonide bekerja sebagai glukokortikoid.[1]
Budesonid awalnya dipatenkan pada tahun 1973.[9] Budesonid mulai dipasarkan sebagai obat asma pada tahun 1981.[10] Budesonid terdapat dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[11] Hanya beberapa sediaan yang tersedia sebagai obat generik.[12] Harga budesonid inhaler untuk 200 dosis pemakaian di negara berkembang sekitar 5 hingga 7 USD per tahun 2014.[13]Pada tahun 2015, biaya pengobatan dengan budesonid inhaler selama sebulan di Amerika Serikat adalah 100 hingga 200 USD.[12]
Indikasi
Asma
Budesonide diindikasikan untuk terapi profilaksis dan pemeliharaan terhadap asma, termasuk pasien yang membutuhkan kortikosteroid oral dan pasien yang mendapat manfaat dari penurunan dosis sistemik.[14]
Penyakit radang usus
Sediaan budesonide lepas tunda efektif untuk mengobati penyakit Crohn ringan hingga sedang.[15] Tinjauan Cochrane menunjukkan penggunaan budesonid dapat mempertahankan remisi penyakit Crohn hingga 3 bulan (tetapi tidak lebih lama dari 3 bulan).[16]
Budesonid membantu untuk memicu remisi pada pasien dengan kolitis ulseratif aktif.[17]
Budesonid direkomendasikan menjadi pilihan obat pada pengobatan kolitis mikroskopis untuk memicu dan mempertahankan remisi. Budesonid juga dapat digunakan untuk kolitis limfositik dan kolitis kolagen.[18]
Rinitis alergi
Semburan hidung budesonide diindikasikan untuk mengobati rinitis alergi.[19]
Esofagitis eosinofilik
Budesonid topikal memiliki dampak signifikan pada pasien esofagitis eosinofilik.[20]
Budesonid dikontraindikasikan sebagai pengobatan utama pada asma berat akut atau episode asma akut lainnya yang memerlukan tindakan intensif.[23] Budesonid juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap budesonid.[24]
Referensi
12345678910"Budesonide". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-28. Diakses tanggal Dec 2, 2015.
12"Budesonide eent". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal Dec 2, 2015.
↑Rudmik, L; Schlosser, RJ; Smith, TL; Soler, ZM (July 2012). "Impact of topical nasal steroid therapy on symptoms of nasal polyposis: a meta-analysis". The Laryngoscope. 122 (7): 1431–7. doi:10.1002/lary.23259. PMID22410935.
↑"Budesonide in the treatment of inflammatory bowel disease". Expert Rev Clin Immunol. 7 (4): 419–28. 2011. doi:10.1586/eci.11.34. PMID21790284.
↑"American Gastroenterological Association Institute Technical Review on the Medical Management of Microscopic Colitis". Gastroenterology. 150 (1): 247–274.e11. 2016. doi:10.1053/j.gastro.2015.11.006. PMID26584602.
↑"Budesonide". International Drug Price Indicator Guide. Diakses tanggal 5 December 2015.
↑Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma (GINA) 2011. Available at http://www.ginasthma.orgError in webarchive template: Check |url= value. Empty.
↑Kuenzig ME, Rezaie A, Seow CH, Otley AR, Steinhart AH, Griffiths AM, etal. (2014). "Budesonide for maintenance of remission in Crohn's disease". Cochrane Database Syst Rev. 8 (8): CD002913. doi:10.1002/14651858.CD002913.pub3. PMID25141071.
↑Habal FM, Huang VW (2012). "Review Article: A Decision-Making Algorithm For the Management of Pregnancy in the Inflammatory Bowel Disease Patient". Aliment Pharmacol Ther. 35 (5): 501–15. doi:10.1111/j.1365-2036.2011.04967.x. PMID22221203.