Pada tahun 1998, Jan Koum dipekerjakan oleh Yahoo sebagai teknisi infrastruktur. Tidak lama kemudian, ia bertemu Acton ketika masih bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young.[5] Selama sembilan tahun berikutnya, mereka bekerja di Yahoo. Acton menanam modalnya di sektor teknologi informasi dan kehilangan jutaan dolar setelah gelembung dot-com pecah tahun 2000. Pada September 2007, Koum dan Acton keluar dari Yahoo dan cuti selama satu tahun. Mereka keliling Amerika Selatan dan bermain frisbee. Keduanya pernah melamar di Facebook, tetapi ditolak. Bulan Januari 2009, Koum membeli iPhone dan menyadari bahwa App Store yang kala itu baru berusia tujuh bulan akan menjadi perintis industri aplikasi. Ia mengunjungi temannya, Alex Fishman, dan membahas tentang pengembangan aplikasi.[5] Koum memilih nama WhatsApp karena terdengar seperti kata “what’s up”. Satu minggu kemudian, pada hari ulang tahunnya tanggal 24 Februari 2009, ia mendirikan perusahaan WhatsApp Inc. di California.[5]
Pada tahun 2014, Koum dan Acton sepakat untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai $19 miliar USD dalam bentuk tunai dan saham.[4] Forbes memperkirakan bahwa Acton memegang lebih dari 20% saham perusahaan sehingga kekayaan bersihnya mencapai kurang lebih $3,8 miliar.[6] Menurut akun Twitter pribadi Acton, lamaran kerjanya pernah ditolak oleh Twitter dan Facebook pada tahun 2009.[4]