Nama “brandade” berasal dari kata kerja dalam bahasa Occitan, yaitu brandar, yang berarti mengaduk atau mengocok dengan kuat. Istilah ini menggambarkan gerakan tangan yang terus-menerus dilakukan saat minyak zaitun dituangkan perlahan ke dalam kod yang sudah direbus dan disuwir hingga membentuk pasta lembut berkilau.[2]
Resep paling purba hanya memakai kod asin dan minyak zaitun. Kentang baru masuk kemudian, terutama setelah kampanye Antoine-Augustin Parmentier pada akhir abad ke-18 yang memasyarakatkan kentang di Prancis; varian ini kadang dinamai brandade parmentière. Resep tradisional Occitan dan Katalan sama sekali tidak memasukkan susu atau krim, meskipun versi restoran modern kadang melakukannya.[3]
Tiap daerah memberikan sentuhan sendiri. Di sekitar daerah Nîmes, brandade sering dipanggang sebentar hingga permukaannya berubah warna kecokelatan. Di Marseille dan Toulon, bawang putih segar yang ditumbuk selalu turut disajikan. Di Menorca, artichoke kadang dicampurkan, sedangkan di pedalaman Castilla-La Mancha muncul atascaburras yang memadukan kod dengan kastanya. Di Veneto, Italia, hidangan serupa lebih dikenal sebagai baccalà mantecato, dan di kepulauan KikladhesYunani, hidangan ini sering disebut brantada.
Brandade biasanya disajikan hangat-hangat: dioles tebal pada irisan roti gandum, ditemani kentang kukus utuh, atau dipanggang dalam ramekin kecil hingga atasnya mengembang keemasan. Rasa asin lembut ikan kod yang menyatu sempurna dengan minyak zaitun, menjadikannya hidangan penghangat tubuh yang sangat dicari saat musim dingin, terutama menjelang perayaan Natal dan Paskah.[4]
↑madelyn2013 (2014-07-20). "Tonight it's a Brandade …" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-18. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
↑"Cod brandade (the authentic one)". Very Gourmand (dalam bahasa gb). 2025. Diakses tanggal 2025-11-18. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)