Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya.(November 2025)
Boyan Slat adalah seorang penemu dan wirausahawan asal Belanda yang terkenal sebagai pendiri sekaligus CEO organisasi nirlaba The Ocean Cleanup. Ia mendapat perhatian global karena gagasanya yang ambisius untuk membersihkan sampah plastik yang menumpuk di lautan, terutama di kawasan Great Pasific Garbage Patch (GPGP)[1]
Awal Mula dan Konsep The Ocean Cleanup
Ide Boyan Slat berawal ketika ia masih berusia 16 tahun saat sedang menyelam di yunani dan melihat lebih banyak kantong plastik dibandingkan ikan di laut. Pengalaman ini mendorongnya untuk menjadikan masalah polusi plastik laut sebagai projek ilmiah pada saat sekolah menengah atas. Pada tahun 2012, slat mepresentasikan rencana awal pembersihan lautan di TEDxDelft sebelum akhirnya memutuskan keluar dari kuliah Teknik Penerbangan di Delft University of Technology untuk mendirikan the Ocean Cleanup pada tahun 2013. Organisasi ini mengumpulkan dana hingga jutaan dolar, termasuk melalui kampanye crowdfunding yang besar, untuk mewujudkan ambisinya. ia diakui secara internasional dan menjadi penerima penghargaan lingkungan tertinggi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Champion of the Eart pada tahun 2015.[2]
Teknologi dan strategi pembersihan
Proyek The Ocean Cleanup mengembangkan dua jenis teknologi utama untuk mengatasi polisi plastik, yaitu Sistem Laut (Ocean Systems) yang menggunakan penghalang mengambang berbentuk "U" sepanjang ratusan meter yang dilengkapi dengan jaring pengaman di bawahnya, untuk mekanismenya sistem ini memanfaatkan arus laut, angin dan ombak. jangkar apung membuatnya bergerak lebih lambat daripada plastik yang terbawa arus, sehingga plastik terkonsentrasi di bagian tengah sistem untuk selanjutnya diekstrasi dan dibawa kembali ke darat untuk didaur ulang, sistem ini pernah diuji di GPGP pada Oktober 2019 sistem versi 001/B ini berhasil menangkap mikroplastik dan menahan puing-puing plastik, termasuk jaring ikan besar hingga mikroplastik. yang kedua ialah Sistem sungai (Interceptors) yang digunakan untuk mencegah plastik mencapai lautan fokusnya ialah menargetkan 1% sungai yang paling mencemari lautan dunia, karena sekitar 80% sampah laut berasal dari sungai. yakni dengan memasang Interceptor yang dipasang disungai-sungai utama seperti Klang River di malaysia. untuk mengumpulkan plastik sebelum mencapai lautan[3]
Tujuan dan Kontribusi
Tujuan akhir the Ocean Cleanup adalah mencapai pengurangan 90% plastik dilaut mengambang pada tahun 2040. Plastik yang berhasil dikumpulkan didaur ulang menjadi produk baru, seperti karyawan hitam, yang hasilnya digunakan untuk mendanai kelanjutan misi pembersihan.[2]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.