Bontang HajatPelaksanaan Bontang Hajat di Kalimantan Tengah.
Bontang Hajat adalah upacara adat yang digelar oleh masyarakat Dayak Maanyan sebagai bentuk syukur atas umur panjang, kesehatan dan kemakmuran, atau untuk membayar nazar kepada leluhur, dan termasuk dalam ritual ijame atau Netek Tumpang Niura.[1] Meskipun dipraktikkan khususnya oleh pemeluk agama Kaharingan, upacara ini juga dilaksanakan oleh orang Dayak Maanyan secara umum.[2] Upacara ini umumnya dilakukan selama sembilan hari dan sembilan malam dengan mengorbankan berbagai hewan ternak seperti kerbau, babi, dan ayam.[3]
Bontang Hajar ini dimulai dengan proses papas pali yang ditandai dengan memasukkan tengkorak leluhur ke Balai sebagai tempat pusat acara tersebut, yang diiringi dengan tarian kegembiraan sepanjang acara berlangsung.[4] Saat penyembelihan hewan kerbau, diawali dengan ritual mendirikan baluntang (patung) orang-orang yang meningal yang terbuat dari kayu ulin. Pada masyarakat penganut Kaharingan, baluntang atau sapundu ini sebagai tempat mengikat kerbau.[5] Penutupnya dilakukan dengan acara miempu atau balian dadas.[6] Pada 2019 sampai sekarang, upacara ini dilakukan di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.