Karena Bong menentang pembentukan Malaysia, ia ditangkap pada 22 Juni 1962.[1] Setelah ia dibebaskan, Bing membentuk PKKU pada 19 September 1965 di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.[1] Setelah serangkaian pemberontakan dan Indonesia memutuskan untuk berhenti membantu Komunis, Bong memutuskan untuk menyerah dan menandatangani perjanjian gencatan senjata kepada Ketua Menteri Sarawak Abdul Rahman Ya'kub pada 20 Oktober 1973 yang mengakhiri pertempuran besar dalam Pemberontakan Komunis Sarawak.[6][7][8][9]