Bone Lake adalah sebuah film triler erotis Amerika Serikat tahun 2024[4][5] yang disutradarai oleh Mercedes Bryce Morgan dan ditulis oleh Joshua Friedlander, serta dibintangi oleh Maddie Hasson, Alex Roe, Andra Nechita, dan Marco Pigossi. Alurnya berkisah tentang pasangan yang menyewa sebuah rumah mewah untuk menghabiskan waktu intim bersama selama seminggu, tapi kemudian didatangi oleh pasangan lain yang mengaku juga menyewa rumah tersebut.
Film ini tayang perdana di Fantastic Fest pada 21 September 2024, dan dirilis di Amerika Serikat pada 3 Oktober 2025.
Plot
Cerita dibuka dengan adegan sepasang pria dan wanita yang berlari dalam keadaan telanjang, sebelum akhirnya dibunuh oleh sosok misterius bersenjata busur busur silang.
Pasangan kekasih Sage dan Diego tiba di sebuah rumah besar di tepi danau yang mereka sewa untuk akhir pekan. Sage baru saja menerima tawaran pekerjaan sebagai editor—sebuah posisi yang cukup untuk menopang kebutuhan Diego agar ia dapat fokus mengejar karier menulis secara penuh waktu. Mereka berencana merayakan pencapaian tersebut sebelum Diego mulai mengerjakan novel pertamanya. Namun, ketika mereka baru saja menikmati suasana rumah dan menghabiskan waktu berdua, datanglah pasangan Will dan Cin yang mengaku juga telah memesan rumah tersebut. Menyadari bahwa keduanya memesan properti yang sama, Sage dan Diego sepakat untuk berbagi tempat tinggal dengan Will dan Cin selama akhir pekan.
Hari pertama mereka habiskan dengan berenang di Danau Bone dan memasak bersama. Will bercerita bahwa sejak tahun 1950-an, seorang pembunuh berantai tak dikenal kerap menggunakan danau itu sebagai lokasi pembuangan korban. Ketika malam tiba, Will dan Cin mulai menggoda Sage dan Diego secara tersirat. Will mengetahui bahwa Diego berencana melamar Sage dengan cincin pernikahan peninggalan neneknya. Malam itu, Will dan Cin mengajak mereka membobol beberapa ruangan yang terkunci di dalam rumah. Di salah satu ruangan, mereka menemukan berbagai mainan seks dan ayunan khusus, sementara di ruangan lain terdapat papan Ouija serta kliping koran tentang sejumlah kasus orang hilang di sekitar danau.
Keesokan paginya, saat sarapan, Will tiba-tiba melamar Cin menggunakan cincin warisan nenek Diego yang diam-diam telah dicurinya. Diego menegurnya secara pribadi, dan Will meminta maaf. Ia mengaku terdorong melakukan hal tersebut karena merasa putus asa dengan hubungannya bersama Cin, yang ia curigai telah berselingkuh. Diego lalu mengungkap bahwa Sage pernah berselingkuh di awal hubungan mereka, sehingga ia bisa memahami perasaan Will. Will berjanji akan mengembalikan cincin itu sebelum akhir pekan berakhir. Will berjanji akan mengembalikan cincin itu sebelum akhir pekan. Sage kemudian ikut Will ke kota untuk berbelanja, dan di perjalanan Will mengatakan bahwa Diego bercerita mengenai perselingkuhannya serta memergoki Sage yang sedang bermasturbasi di kamar mandi.—sesuatu yang membuat Diego merasa khawatir tidak mampu memuaskan Sage secara seksual. Dengan memanfaatkan celah tersebut, Will berusaha merayu Sage. Sementara itu, di rumah, Cin pun berusaha menggoda Diego di rumah.
Malamnya, Cin mengajak Sage mengonsumsi MDMA, di mana Sage berpura-pura menelannya. Cin mengajak Sage berenang di kolam di tengah hujan. Beberapa saat kemudian, Sage kembali ke dalam dan berdiskusi dengan Diego perihal pembicaraannya dengan Will. Mereka menyadari bahwa Diego tidak pernah menceritakan soal masturbasi tersebut kepada Will, sehingga Sage meyakini adanya kamera pengintai tersembunyi di rumah tersebut. Sage dan Diego pun bersepakat untuk berpura-pura demi memancing Will dan Cin keluar dari rumah. Dalam penyelidikan diam-diam mereka, keduanya menemukan sebuah komputer yang menyimpan rekaman hubungan seksual berbagai pasangan yang pernah menginap di rumah itu. Sage dan Diego berupaya melarikan diri menggunakan mobil listrik mereka, namun mendapati pengisi daya telah dicabut dan baterai hanya cukup untuk menempuh perjalanan sekitar enam mil. Will menghampiri mereka dan mengklaim bahwa ia telah berhubungan seks dengan Sage, yang kembali memicu perdebatan antara Diego dan Sage. Pada akhirnya, Diego memilih mempercayai Sage dan mencoba mundur dengan mobilnya—tetapi Cin tiba-tiba muncul dengan kendaraannya dan menabrak mereka.
Sage dan Diego terbangun di dalam rumah dalam keadaan terikat dengan lakban. Will dan Cin mengungkap identitas asli mereka sebagai Thomas dan Alice Price, kakak beradik dari keluarga penerbit kaya raya. Sejak remaja, keduanya menjalin hubungan inses dan membunuh orang tua mereka ketika hubungan terlarang itu terbongkar. Pengalaman tersebut menumbuhkan keyakinan di benak mereka bahwa semua orang terlalu mudah menghakimi, dan sejak saat itu mereka merancang serangkaian permainan psikologis untuk membuktikan bahwa hubungan asmara pasangan mana pun dapat mereka hancurkan. Di rumah tersebut, mereka telah menjebak dan menyiksa enam pasangan sebelumnya—masing-masing didahului permainan psikologis untuk menguji ketahanan hubungan—sebelum akhirnya membunuh mereka.
Sage dan Diego berhasil membuka ikatan dan melarikan diri. Sage yang dikejar Cin, berhasil melukai wajah Cin dengan pecahan kaca sebelum meloloskan diri. Will berhasil menemukan Sage dan menantang untuk mengayunkan kapak ke kepalanya. Ayunan Sage tidak berhasil mengenai sasaran dan ia pun segera kabur menuju hutan. Sementara itu, Diego yang lagi diburu Cin berhasil menusuk kaki Cin, setelah bersembunyi di bawah dermaga. Will kemudian menyerang Diego dengan gergaji mesin, tetapi Sage datang tepat waktu dan menebas kepala Will dengan kapak hingga tewas. Sage dan Diego melarikan diri menggunakan perahu, namun Cin muncul dan melompat ke atas perahu. Pertarungan sengit terjadi, dan Diego akhirnya berhasil memotong jari Cin serta menebas Cin hingga terjatuh ke air. Cin tewas setelah rambutnya tersangkut di baling-baling perahu. Diego menemukan cincin warisan neneknya di jari Cin yang terpotong, lalu mengenakannya di jari Sage. Keduanya tertawa terbahak-bahak, sebelum akhirnya terdiam—menikmati keheningan malam di tengah hamparan air.
Bone Lake disutradarai oleh Mercedes Bryce Morgan dengan naskah karya Joshua Friedlander. Film independen[6] ini diproduseri oleh Mickey Liddell, Pete Shilaimon, dan Jacob Yakob untuk LD Entertainment, bersama Friedlander dan Jason Blumenfeld.[7]
Bone Lake ditayangkan perdana di Fantastic Fest pada 21 September 2024.[11] Pada Mei 2025, Bleecker Street memperoleh hak distribusi di Amerika Serikat,[7] diikuti dengan penjualan hak distribusi di Britania Raya dan Irlandia kepada Signature Entertainment oleh agen penjualan Inggris Mister Smith pada Juli.[12] Film ini melakukan pemutaran perdana di Britania Raya pada FrightFest tanggal 24 Agustus 2025,[13] dan dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 3 Oktober 2025.[14]
Penerimaan
Di situs web agregator ulasanRotten Tomatoes, 82% pada 90 ulasan para kritikus adalah positif.Konsensus situs web berbunyi: "Konsisten dengan nuansa psikologisnya, Bone Lake adalah permainan bertahan hidup yang intens dan menghasilkan lorong intrik serta hiburan yang mendebarkan."[15]Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 61 dari 100, berdasarkan sembilan kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "secara umum baik.".[16]
Calum Marsh dari The New York Times memuji film ini sebagai kilas balik terhadap film triler erotis era 1990-an, menggambarkannya sebagai "wilayah psikoseksual yang menarik, meski sudah familiar, bagi triler erotis—sebuah genre yang tumbuh dari hasrat dan rasa iri. Jika Anda pernah menonton Basic Instinct atau Fatal Attraction, Anda tentu bisa menebak ke mana arah Bone Lake, tetapi Morgan menangani eskalasi menuju kekerasan dengan terampil, menata klimaks penuh kekacauan di babak ketiga dengan gaya."[17] Jim Vorel dari Paste memberikan pengamatan serupa, menyebut film ini sebagai "triler nostalgia yang berani, dengan sentuhan modern pada subgenre triler erotis yang kelam, meski tanpa hasil seksual yang sekuat yang ingin ditampilkan... Film ini tidak sekelam yang terlihat, tetapi Bone Lake tetap menghadirkan hiburan yang sangat mengasyikkan."[18] Jim Vorel dari Paste memberikan pengamatan serupa, menyebut film ini sebagai "triler nostalgia yang berani, dengan sentuhan modern pada subgenre triler erotis yang kelam, meski tanpa hasil seksual yang sekuat yang ingin ditampilkan... Film ini tidak sekelam yang terlihat, tetapi Bone Lake tetap menghadirkan hiburan yang sangat mengasyikkan."[19] Brian Tallerico dari RogerEbert.com memuji penampilan para aktor dan mencatat bahwa film ini "terasa seperti drama hubungan bergaya Eropa selama sekitar satu jam sebelum meledak menjadi kekacauan berdarah yang luar biasa."[20]
Katie Walsh dari Los Angeles Times memberikan ulasan campuran, dengan catatan: "Ada semacam semangat dan gaya pada bagian tengah film, ketika Will dan Cin memikat serta mempermainkan mangsanya, tetapi klimaks Grand Guignol tidak memiliki ritme maupun ketegangan; hanya sekadar menghantam penonton dengan kekacauan berdarah—terlalu banyak dan terlalu terlambat."[21] Justin Clark dari Slant Magazine memberikan ulasan negatif, menilai film ini kurang menghadirkan elemen horor dan terlalu jinak meskipun terdapat "tingkat kesadaran diri tertentu dalam provokasi ala sinetron yang ditampilkan film ini."[22]