Ibu kota kabupaten in Aceh, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Aceh, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Banyak orang yang salah mengenali kota dagang ini sebagai Pidie, hal yang mungkin disebabkan oleh nama akhir yang sama dengan yang dimiliki oleh "Pidie" sendiri. Kata Blangpidie yang dulunya bernama Kuta Batee berasal dari dua kosakata, yaitu Blang (Bahasa Aceh; Sawah) dan Pidie (Salah satu kabupaten di Aceh). Menurut Haji Keuchik Nyak Abbas bin Keuchik Sabat (Mantan KeuchikKeude Siblah), disebut Blangpidie karena daerah ini dibangun di atas lahan sawah (Blang) di Kuta Batee yang dibina oleh koloni Pidie pimpinan Teuku Bentara Agam gelar Seri Si Muda Nyak Bentara dari Mukim Gampong Lhang Tijue, Pidie (kakek pahlawan Teuku Ben Mahmud bin Teuku Bentara Nyak Abbas bin Teuku Bentara Agam) yang merupakan keturunan Tok Lampoh Deue.
Jumlah penduduk kecamatan Blangpidie pada tahun 2016 adalah 22.850 jiwa terdiri dari 11.338 laki-laki dan 11.512 perempuan dengan seks rasio 98,48 serta terbagi dalam 3.553 rumah tangga.[1]
↑Djamin, Aris Faisal; Nawafil, Rozal (2024). Teuku Bentara Mahmud Setia Radja: pahlawan besar perang Aceh. Banda Aceh: Aceh Culture And Education. ISBN978-623-88864-3-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)