Alur
Pada tahun 1982, empat tahun setelah Finney Blake membunuh the Grabber,[a], adiknya Gwen mulai mengalami mimpi di mana ia melihat pembunuhan yang terjadi di Alpine Lake Camp pada tahun 1957. Dalam salah satu mimpi, ia menerima panggilan dari ibunya, Hope, yang pada saat pembunuhan tahun 1957 juga mengalami mimpi serupa. Gwen meyakinkan Finney dan Ernesto, saudara dari almarhum Robin Arellano,[b] untuk pergi ke Alpine Lake Camp. Badai salju yang hebat menjebak mereka di sana bersama pengawas kamp, Armando, keponakannya Mustang, serta dua karyawan kamp, Kenneth dan Barbara. Ketiga anak itu mulai menyelidiki arti dari mimpi Gwen.
Pada malam kedua, Finney menerima panggilan melalui telepon umum mati di kamp, kali ini dari The Grabber. Berbicara dari alam kematian, The Grabber bersumpah akan membalas dendam, menyalahkan Finney karena telah membunuhnya dan memaksanya membunuh saudaranya sendiri. Tak lama kemudian, Gwen diserang dengan brutal dalam mimpinya oleh The Grabber, tetapi Finney, Ernesto, dan Mustang berhasil menyelamatkannya. Kelompok yang terguncang itu berkumpul di kapel kamp, di mana Armando dan yang lain menyadari bahwa mereka harus menemukan jasad para korban The Grabber yang ada di Alpine Lake Camp untuk melemahkan kekuatan the Grabber. Dari mimpi-mimpi dan interaksi Gwen dengan para arwah penasaran, mereka mengetahui bahwa jasad-jasad itu berada di bawah Danau Maru.
Saat mereka menyelidiki lebih jauh, mereka menemukan bahwa Armando, Hope, dan The Grabber pernah saling mengenal di kamp tersebut di masa lalu. Malam itu, Gwen bermimpi tentang The Grabber; yang mengungkap bahwa Hope ternyata tidak bunuh diri, melainkan dibunuh olehnya akibat mengetahui penculikan yang dilakukannya. The Grabber membuat rekayasa seolah-olah Hope bunuh diri di rumahnya. Ia kemudian berusaha membunuh Gwen, dan luka yang dialami Gwen dalam mimpi itu terealisasi di dunia nyata. Gwen berhasil memperoleh kekuatan dalam mimpinya dan melawan balik, sebelum akhirnya dibangunkan oleh Finney dan Ernesto. Sementara itu, Armando terus mencari jasad anak-anak laki-laki yang hilang.
Keesokan harinya, ayah Finney dan Gwen, Terrence, tiba setelah meminjam mobil bajak salju untuk sampai ke sana. Gwen menyadarkan Terrence dan Finney agar bisa menghadapi trauma masa lalu dan tidak lagi menggunakan alkohol dan narkoba untuk menghindari menghadapi masa lalu traumatis. Mereka memutuskan untuk tetap tinggal demi mengalahkan The Grabber dan menenangkan arwah anak-anak yang terbunuh.
Kemudian, bersama Kenneth dan Barbara, kelompok itu kembali ke danau beku untuk menemukan tiga anak laki-laki yang hilang. Gwen berdoa kepada Yesus agar ia tetap hidup dan berhasil dalam misinya menemukan anak-anak tersebut. Saat pencarian berlangsung, Gwen kembali tertidur dan diserang oleh The Grabber. The Grabber juga berusaha membunuh Finney, Terrence, dan yang lainnya. Dalam pergulatan itu, Gwen menemukan jasad anak-anak di bawah lapisan es, sehingga melemahkan kekuatan The Grabber. Finney, Gwen, dan arwah anak-anak yang terbunuh mulai menyerang The Grabber, dan membuat ia terseret ke bawah danau beku.
Keesokan harinya, saat Gwen, Finney, dan Ernesto bersiap untuk pulang, Gwen menerima panggilan di telepon umum, di mana Hope mengatakan bahwa ia bangga padanya.
Produksi
Pada Juni 2022, Scott Derrickson mengatakan bahwa meskipun Joe Hill sangat menjaga cerita eponim 20th Century Ghosts, sang penulis telah mengajukan kepadanya sebuah "gagasan luar biasa" untuk sekuel yang ia terbuka untuk sutradarai jika The Black Phone berhasil.[10] Pada bulan Agustus, Derrickson dan Hill mengonfirmasi bahwa telah ada pembicaraan dengan pihak studio untuk membuat sekuel. Derrickson menyebut keberhasilan finansial dari film pertama sebagai salah satu pemicu proyek tersebut.[11]
Pada November 2023, dilaporkan bahwa Ethan Hawke, Mason Thames, Madeleine McGraw, dan Jeremy Davies akan kembali memerankan karakter mereka dari film pertama. Miguel Cazarez Mora juga akan tampil, meskipun dalam peran yang berbeda dari aslinya. Naskah ditulis oleh Scott Derrickson dan C. Robert Cargill, dengan keduanya juga bertindak sebagai produser untuk sekuel tersebut.[12] Pada Desember, Derrickson dikonfirmasi kembali sebagai sutradara.[13] Pada September 2024, Demián Bichir bergabung dalam jajaran pemeran.[14] Dengan judul sementara Mysterium, pengambilan gambar utama dimulai di Toronto dan Hamilton pada 4 November 2024, dan dijadwalkan selesai pada 15 Januari 2025,[15][16] dengan Pär M. Ekberg bertugas sebagai sinematografer.[17] Pada bulan Desember, Arianna Rivas bergabung dalam jajaran pemeran.[18] Proses syuting selesai pada 23 Januari 2025.[19][20] Musik film ini digubah oleh Atticus Derrickson, putra sang sutradara.[21]