Biru Baru merupakan terjemahan dari New Blue.[4] Nama Biru Baru juga dipilih berdasarkan warna yang mereka sukai. Formasi Biru Baru sedari awal memang sudah diisi langsung oleh Goldan dan Tata.[2] Duo ini resmi terbentuk pada bulan November tahun 2018 di Tangerang Selatan. Perjalanan Biru Baru sudah dimulai sejak mereka masih berada di bangku SMA dan tergabung dalam Paskibra.[5] Goldan dan Tata menyadari memiliki selera musik yang sama. Hal ini yang membuat perjalanan mereka tetap berlanjut hingga pada akhirnya sampai pada keputusan untuk membuat duo.[5]
Mulanya Biru Baru bergenre ethnic art pop karena kerap memasukkan unsur gamelan, calung, dan instrumen tradisional lainnya.[6] Namun seiring berjalannya waktu, Biru Baru kini berada di jalur alternative rock.[7] Namun, sejatinya Biru Baru tidak mengkotak-kotakkan genre karena Goldan dan Tata kerap mengeksplor berbagai ranah genre. Kiblat Biru Baru sendiri tidak ada yang spesifik, tetapi jika ditanya band apa yang pada akhirnya bisa membuat Biru Baru menghasilkan karya seperti saat ini, jawabannya adalah Coldplay.[7]
Karier
Biru Baru mengawali kariernya dengan merilis single debut berjudul "Maple" featuring Ama Dea yang dirilis pada tahun 2018.[8] Lagu ini dirilis saat Biru Baru masih berada di bawah naungan Berlin Records dengan Goldan dan Tata sebagai composer dan Ama Dea sebagai lyricist.[9] Single "Maple" berhasil masuk dalam playlistSpotify dan menembus 15.000 pendengar.[4]
Tahun berikutnya Biru Baru kembali merilis single kedua berjudul Edelweiss (2019).[9] Pada tahun yang sama, Biru Baru juga merilis single dengan judul "Coming Back For You" yang kemudian disusul dengan single "Pink Jeans" masih di dalam naungan Berlin Records dengan Goldan dan Tata sebagai lyricist dan composer.[8] Perjalanan Biru Baru masih terus berlanjut dengan kembali merilis single "And / End" yang lagi-lagi berkolaborasi bersama Ama Dea.[9] Disusul dengan tiga single lainnya yang berjudul "Pluto", "Sejenak", dan "Kapal Pesiar".[9]
Setelah berhasil dengan delapan single-nya, Biru Baru kemudian merilis album debut mereka "Selamat Datang" pada 6 November 2020 yang berisi 8 track. Album ini akhirnya menjadi titik balik di mana Goldan dan Tata merasa bahwa mereka benar-benar harus menyeriusi perjalanan Biru Baru sebagai duo[10] Pada akhir tahun 2020 (Desember), Biru Baru mendapat tawaran untuk bergabung di JUNI Records.[4] Kemudian baru resmi bekerja sama di pertengahan 2021.[11] Bersama JUNI Records, di tahun 2021 mereka merilis single dengan judul "Terbenam".[2] Single ini berhasil masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI AWARDS) kategori Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Alternatif Terbaik.[12] Di tahun yang sama, Biru Baru juga merilis single "Benderang!".[2]
Pada tahun 2022, Biru Baru merilis single "Nostalgia, Nostalgia", "Terang", dan "Semua Telah Terjadi ft. Iga Massardi".[13][14] Kemudian masih bersama JUNI Records, Biru Baru merilis album kedua dengan judul Rasa Manusia.[15] Album ini dirilis pada 9 November 2022.[16] Album Rasa & Manusia berisi 11 track, termasuk "Terbenam" di dalamnya.[17] Perjalanan Biru Baru bersama JUNI Records berhenti di tahun 2023 dengan single "Semua Telah Terjadi ft. Iga Massardi" sebagai project terakhir mereka.[9]
Biru Baru melanjutkan perjalanan mereka sebagai band Indie setelah kerja sama dengan JUNI Records berakhir di tahun 2023. Pada tahun yang sama, Biru Baru tetap berkarya dengan merilis single pertama mereka sebagai band indie dengan judul "Hari Ini Terasa Berat" dan kemudian disusul dengan single kolaborasi bersama Feby Putri yang berjudul "Menari Dengan Bebas".[18] Single ini bernuansa folk-pop puitis.[18]
Pada 17 Juli 2024, Biru Baru merilis album live "Berlayar" mereka di Spotify yang berisi 12 track dengan durasi 58 menit.[9] Pada tahun yang sama, Biru Baru juga merilis single "Kembali Ke Awal" di dalam naungan label Sun Eater.[19][20] Kemudian melanjutkan perjalanan sebagai band indie, di tahun berikutnya (2025) Biru Baru merilis single "Kita Cari Waktu Lain",[21] "Kata Mereka Aku...", dan "Hitung Mundur".[22]
Pada tahun yang sama, setelah penantian selama 3 tahun, tepatnya pada tanggal 25 Juli 2025 Biru Baru merilis album BIRU dengan total 8 track tidak termasuk "Hitung Mundur" di dalamnya.[23]. Melanjutkan perjalanan mereka sebagai band indie, pada tanggal 23 Januari 2026 Biru Baru kembali merilis album penuh yang diberi tajuk BIRU BARU dengan total 17 track dan 2 disc berdurasi 55 menit.[24] Untuk merayakan lahirnya album penuh dengan tajuk BIRU BARU, mereka akan menggelar MEMBIRU: SPECIAL SHOWCASEBelum Selesai, Baru Dimulai! pada tanggal 14 Februari 2026 di Studio Gedung Putih, Bintaro Sektor 9.[25][26][27]
Tantangan dalam Berkarir
Awalnya Goldan dan Tata hanya berniat membuat lagu, kemudian ingin lagu itu dinyanyikan oleh orang lain dengan konsep kolaborasi (featuring).[4] Hal ini dikarenakan kedua personel Biru Baru mulanya merupakan seorang produser, sehingga mereka sempat kesulitan menjadi performer. Namun kemudian Goldan dan Tata menyadari bahwa kolaborasi seperti itu akan sulit direalisasikan dan ada masanya mereka berada dalam fase kesulitan untuk menempatkan diri sebagai performer. Namun, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tetap menciptakan lagu sekaligus menjadi penyanyi.[4]
Dalam menulis lagu Tata sempat mengalami kesulitan di awal untuk menulis lirik berbahasa Indonesia, ia sempat membawa kamus fisik untuk membantunya dalam menulis lirik.[7] Belum lagi idealisme mereka yang merasa bahwa mereka tidak boleh sering-sering menggunakan diksi yang sama untuk setiap lagunya. Hal ini membuat Tata kerap bergantung dengan kamus hingga akhirnya ia mulai terbiasa menulis lirik berbahasa Indonesia dan duo ini tidak lagi membatasi penggunaan diksi di dalam setiap lagunya.[7]
Panggung pertama Biru Baru ada di sebuah acara Universitas Indonesia dengan panggung yang kecil sehingga membuat duo ini memutuskan untuk bernyanyi di lantai. Goldan dan Tata hanya diminta untuk membawakan 2 lagu di acara hiburan tersebut. Tantangan lain yang pernah dilalui oleh Biru Baru adalah saat mewabahnya Covid-19. Namun, karena merasa tetap harus berkarya akhirnya mereka merilis single "Sejenak" yang menceritakan bagaimana situasi pandemi kala itu. Lagu ini mereka rilis pada tahun 2020.[28][29][30]
Tantangan lain juga datang dari ketidakcocokan visi dan komunikasi yang tidak lancar dengan label mereka sebelumnnya, yaitu JUNI Records.[7] Komunikasi yang tidak lancar ini pada akhirnya tidak menemukan titik terang dan setelah itu Biru Baru akhirnya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kerja samanya dengan JUNI Records.[7]