[[File Sudan claims.svg|thumb|right|Peta yang memperlihatkan Mesir (kuning), Sudan (biru), Segitiga Hala'ib yang diklaim oleh Mesir dan Sudan (hijau), dan Bir Tawil di antara Mesir dan Sudan (putih)]]
Kingdom of North Sudan adalah sebuah micronation atau negara klaim tidak resmi yang mengklaim wilayah Bir Tawil, sebuah daerah gurun tidak berpenghuni yang terletak di antara Mesir dan Sudan. Kerajaan ini diproklamasikan pada 16 Juni 2014 oleh Jeremiah Heaton, seorang warga negara Amerika Serikat, untuk memenuhi janji kepada putrinya agar menjadi seorang “putri kerajaan”.
Kerajaan ini tidak diakui oleh negara mana pun maupun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagian besar pengamat internasional menganggapnya sebagai micronation simbolis dan proyek pribadi.
Latar belakang
Wilayah Bir Tawil memiliki luas sekitar 2.060km2 (800sqmi) dan dikenal sebagai salah satu wilayah tak diklaim di dunia. Status tersebut muncul akibat perbedaan penafsiran batas antara Mesir dan Sudan sejak masa kolonial Inggris pada tahun 1899 dan 1902.
Mesir mengklaim batas politik tahun 1899, sedangkan Sudan mengklaim batas administratif tahun 1902. Akibatnya, kedua negara sama-sama mengklaim Segitiga Hala'ib, tetapi tidak ada yang mengklaim Bir Tawil.
Sejarah
Pada Juni 2014, Jeremiah Heaton melakukan perjalanan ke wilayah Bir Tawil dan menancapkan bendera buatan keluarganya. Ia kemudian menyatakan berdirinya Kingdom of North Sudan dan menobatkan putrinya, Emily Heaton, sebagai “Princess Emily”.
Heaton menyatakan bahwa kerajaan tersebut memiliki visi pengembangan pertanian, energi terbarukan, dan inovasi ilmiah di kawasan gurun tersebut.
Aksi tersebut mendapat perhatian media internasional dan sempat menjadi inspirasi proyek dokumenter serta rencana adaptasi film.
Pemerintahan
Secara simbolis, Kingdom of North Sudan mengklaim bentuk pemerintahan monarki konstitusional dengan Emily Heaton sebagai kepala monarki simbolis. Namun, kerajaan ini tidak memiliki pemerintahan aktif, populasi permanen, ataupun pengakuan diplomatik internasional.
Ibu kota hipotetis kerajaan disebut sebagai Bir Tawil Capital, meskipun kota tersebut tidak benar-benar ada dan hanya merupakan konsep administratif fiktif.
Status internasional
Tidak ada pemerintah maupun organisasi internasional yang mengakui kedaulatan Kingdom of North Sudan. Para ahli hukum internasional menyatakan bahwa penancapan bendera saja tidak cukup untuk memperoleh status negara berdaulat menurut hukum internasional modern.
Wilayah Bir Tawil sendiri tetap dianggap sebagai daerah tanpa klaim resmi, meskipun beberapa individu lain juga pernah mencoba mendeklarasikan micronation di wilayah tersebut.
Bir Tawil atau Bi'r Tawīl (bahasa Arab:بير طويلcode: ar is deprecated ) adalah wilayah gurun seluas sekitar 2.060km2 (800sqmi) yang terletak di antara Mesir dan Sudan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu contoh terra nullius, yaitu tanah yang tidak diklaim oleh negara mana pun.
Daerah ini pernah digunakan sebagai wilayah penggembalaan oleh suku Ababda. Meskipun secara administratif kadang muncul dalam pengelolaan regional Mesir, wilayah tersebut tidak secara resmi diklaim oleh Mesir maupun Sudan.