Kayu bintangur
Bintangur menghasilkan kayu yang cukup keras, yang berbobot ringan hingga sedang. Kerapatannya berkisar antara (400-)450-850(-900) kg/m³ pada kadar air 15%, dengan nilai rata-rata 680 kg/m³. Arah serat kayunya berpadu, melintir atau berombak; tekstur kayunya cukup kasar hingga kasar dan tidak rata. Kayu gubalnya berwarna kuning-cokelat dengan sedikit warna merah muda, berbatasan jelas dengan kayu teras yang merah-cokelat, merah muda-cokelat, atau jingga-cokelat.[3]
Laju penyusutannya sedang. Dari kondisi basah hingga kadar air 15%, penyusutannya sebesar 1,4-2,1% dan 2,0-3,7% pada arah radial dan tangensial berturut-turut. Sedangkan dari kondisi basah hingga kering tanur sebesar 3,9-4,4% di arah radial dan 5,3-6,3% di arah tangensial. Pengeringan kayu bintangur bervariasi mulai dari mudah hingga cukup sulit; kebanyakan agak lambat mengering, dengan cukup banyak kerusakan akibat pengeringan seperti retak ujung, belah, melengkung, dan retak. Papan setebal 25 mm memerlukan waktu 2,5-3,5 bulan, dan papan setebal 40 mm membutuhkan 4-5 bulan untuk mencapai kondisi kering udara.[3]
Kayu bintangur umumnya cukup mudah dikerjakan; dapat digergaji dengan cukup baik karena tidak mengandung silika, cukup mudah dibor dan dibuat lubang persegi, dan umumnya mudah diserut hingga licin permukaannya, kecuali yang memiliki serat berpilin. Keawetannya bervariasi mulai dari cukup awet hingga tidak awet pada kondisi terbuka; jika digunakan langsung berhubungan dengan tanah daya tahannya berkisar antara 0,5-2(-3,5) tahun.[3]
Kayu ini cukup baik untuk konstruksi ringan, bahan lantai, geladak dan konstruksi kapal, papan hias (moulding), papan bingkai, perabot rumah, palet kayu, venir dan kayu lapis. Juga untuk tiang-tiang kapal, bahan jembatan dan perancah, roda kereta dan sumbunya, gerbong kereta api.[3]
Kayu bintangur agak banyak diekspor ke Jepang dari Kalimantan dan Papua Nugini. Volume dan nilai ekspor kayu bintangur dari Sabah pada tahun 1987 dan 1992 berturut-turut adalah 42.000 m³ kayu gelondongan (US$ 2,8 juta), serta 17.000 m³ kayu gelondongan dan 41.500 m³ kayu gergajian (US$ 10,3 juta).[3]