Menurut tradisi Kristen, Elia beristirahat di tempat ini setelah melarikan diri dari pembalasan Izebel.[1] Biara ini dibangun kembali pada tahun 1160-an oleh Kaisar Bizantium Manuel I Komnenos setelah hancur akibat gempa bumi.[2] Tempat ini juga disebut sebagai lokasi pemakaman Uskup Yunani Elias dari Betlehem yang wafat pada tahun 1345, serta Santo Elias, seorang biarawan Mesir yang menjadi Patriark Yerusalem pada tahun 494.[3]
Tradisi Kristen lainnya menyebutkan bahwa Maria beristirahat di bawah pohon besar hackberry yang tumbuh di sebelah utara biara ketika ia melarikan diri dari Herodes, yang telah memerintahkan pembunuhan semua anak di Betlehem.[4]
Dari bukit di sebelah timur biara, pada tahun 1956 satu atau beberapa tentara Yordania melepaskan tembakan ke arah sekelompok arkeolog Israel yang sedang mengunjungi lokasi penggalian di seberang lembah di Ramat Rachel, menewaskan Jacob Pinkerfield dan tiga orang lainnya, serta melukai 16 orang.[5][6]
Setelah 1967
Selama Perang Enam Hari 1967, Pasukan Pertahanan Israel dengan cepat menguasai pertahanan Yordania di sekitar biara dalam perjalanan menuju Betlehem dan Hebron.[7] Setelah tahun 1967, ketinggian yang dikenal sebagai Bukit Elia tersebut dinamai ulang dalam bahasa Ibrani menjadi Givat ha'Arba'a (גבעת הארבעהcode: he is deprecated ), yang berarti "Bukit Empat", untuk mengenang empat korban yang tewas dalam insiden tahun 1956.[butuh rujukan]
Deskripsi
Gereja
Bangku Hunt dan kebun
Di depan biara terdapat sebuah bangku batu yang didirikan oleh istri pelukis William Holman Hunt (1827–1910), yang melukis beberapa karya utamanya di tempat ini. Bangku tersebut memuat ukiran ayat-ayat Alkitab dalam bahasa Ibrani, Yunani, Arab, dan Inggris.[8]
Sejak abad ke-4, para biarawan Mar Elias telah membudidayakan zaitun dan anggur.[9]
↑Raphael Israeli, Jerusalem Divided: The Armistice Regime, 1947-1967, hlm. 82. Routledge 2002, Seri: Israeli History, Politics and Society (Buku 23), ISBN978-0714652665
↑Michael B. Oren: Six days of war: June 1967 and the making of the modern Middle East - Page 247 "The first of several heavy battles had broken out west of Nablus while, south of Jerusalem, Israeli infantry overran the defenses around the Mar Elias monastery. Beyond that lay Bethlehem and Hebron."
Jotischky, Andrew (2019). "The Image of the Greek: Western Pilgrims' Views of Eastern Monks and Monasteries in the Holy Land, c.1200–1500". Speculum. 94 (3 (JULY)): 674–703.