Gua Seribu Buddha Bezeklik (Hanzi:柏孜克里千佛洞; Pinyin:Bózīkèlǐ Qiānfódòng) adalah sebuah kompleks gua Buddhis yang berasal dari abad ke-5 sampai 14 di antara kota Turpan dan Shanshan (Loulan), di sebelah timur laut Gurun Taklamakan, dekat reruntuhan kota kuno Gaochang di Lembah Mutou, sebuah tebing curam di Pegunungan Huoyan, Tiongkok. Kompleks ini berada di ketinggian tebing dari Lembah Mutou barat di bawah Pegunungan Flaming,[1]dan sebagian besar gua yang masih bertahan berasal dari kerajaan Uighur Barat sekitar abad ke-10 sampai abad ke-13.[2]
Terdapat 77 gua pahatan batu di situs tersebut. Sebagian besar memiliki ruang persegi panjang dengan langit-langitlengkungan bundar yang sering dibagi menjadi empat bagian, masing-masing dengan sebuah mural dari Buddha. Beberapa mural menunjukkan sebuah Buddha besar dikelilingi oleh tokoh lain, termasuk orang Turk, India, dan Eropa. Kualitas mural bervariasi dengan beberapa yang polos secara artistik sementara yang lain merupakan mahakarya seni keagamaan.[6] Mural yang paling mewakili Gua Seribu Buddha Bezeklik adalah mural yang berukuran besar, yang diberi nama "Pemandangan Praņidhi", lukisan yang menggambarkan "janji" atau "praņidhi" Sakyamuni dari kehidupan lampaunya.[7]