Beude Trieng adalah sebuah tradisi budaya masyarakat di Kabupaten Pidie, Aceh, yang secara etimologis berasal dari kata "Beude" yang berarti meriam atau senjata api, dan "Trieng" yang berarti bambu.[1][2][3] Tradisi ini telah diakui secara nasional dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada tahun 2025 dalam domain Tradisi dan Ekspresi Lisan dengan nomor registrasi 202500459.[4][2][5][6]