Tradisi Betangas diduga muncul pada abad ke-15. Tradisi tersebut mengutamakan air yang direbus dengan berbagai tanaman rempah yang dihasilkan dari sekitar lingkungan tempat masyarakat Melayu tinggal. Air yang direbus dengan berbagai tanaman aromatik dan memberikan harum aromatik tersebut dipergunakan dalam mandi uap oleh masyarakat Melayu. Tradisi tersebut dalam kelanjutannya dikembangkan dalam konsep mandi spa atau mandi sauna.[3]
Prosesi Betangas pada umumnya dilakukan 3 hari sebelum hari pernikahan dengan merebus segala macam rempah sebagai campuran untuk mandi uap. Di antaranya, seperti serai wangi, cengkih, daun pandan, daun kunyit, langir, adas manis, daun dan kulit jeruk purut yang telah dijemur terlebih dulu. Tujuan dari betangas adalah untuk membuang keringat jahat atau bau. Dengan demikian, saat acara pernikahan berlangsung, keringat yang akan keluar dari badan pengantin menjadi wangi atau menjadi tidak bau.