Salah satu karya tulis ilmiah hasil tulisannya yang terkenal ialah Die Mongolen in Iran. Karier Bertold Spuler sebagai akademiku mulai berakhir sejak pernyataan yang disampaikannya menimbulkan unjuk rasa dari par mahasiswa yang menuntut perubahan struktur di Universitas Hamburg pada akhir dasawarsa 1960-an. Ia pensiun sebagai akademikus pada tahun 1980.
Bertold Spuler menamatkan pendidikan tinggi di Universitas Heidelberg, Universitas Munich, dan Universitas Hamburg.[1] Pada musim panas tahun 1932, Bertold Spuler pergi ke Hamburg untuk pertama kalinya dan menjadi mahasiswa pada Jurusan Studi Oriental di Universitas Hamburg. Ia belajar dalam bimbingan Rudolf Strothmann.[2] Pada tahun 1935, ia menerima gelar doktor dari Universitas Wrocław.[1] Kemudian pada tahun 1938, Bertold Spuler menyelesaikan habilitasi di Universitas Göttingen dengan topik sejarah wilayah bangsa Mongol di Asia Barat.[3]
Pekerjaan
Pada tahun 1937, Bertold Spuler menjadi salah satu anggota Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman.[4] Pada tahun 1942, Bertold Spuler menjadi profesor di Universitas Munich.[1] Ia ditugaskan oleh rezim Jerman Nazi sebagai salah satu peneliti dalam Arbeitsgemeinschaft Turkestan (Kelompok Kerja Turkistan) selama tahun 1942 dalam masa Perang Dunia II. Kelompok kerja ini dipimpin oleh Helmuth Scheel (1895–1967) dan bertanggung jawab kepada lembaga bernama Deutsche Morgenländische Gesellschaft. Tugas utama yang dikerjakan oleh Kelompok Kerja Turkistan ialah mempelajari kondisi wilayah Asia Tengah yang dikuasai oleh Uni Soviet. Hasilnya disampaikan secara rahasia melalui Seminar für Orientalische Sprachen. Dalam kelompok kerja ini, Bertold Spuler berperan sebagai pakar turkologi dan orientalisme.[5]
Pada tahun 1945, ia menjabat sebagai profesor di Universitas Göttingen. Kemudian pada tahun 1948, Spuler juga menjabat sebagai kepala studi untuk Program Studi Islam di Universitas Hamburg.[1] Ia menjabat menggantikan Rudolf Strothmann yang pensiun pada tahun 1947. Selama menjabat sebagai Kepala Studi untuk Program Studi Islam di Universitas Hamburg, Spuler menjadikan Universitas Hamburg sebagai pusat kajian orientalisme termasuk turkologi.[6]
Pada akhir dasawarsa 1960-an, terjadi perubahan struktur universitas di Universitas Hamburg. Perubahan ini ditentang oleh Bertold Spuler dengan pernyataan terbuka pada November 1967. Ia mendukung struktur akademis yang telah ada sebelumnya.[1] Spuler menyatakan pernyataan yang para mahasiswa Universitas Hamburg yang melakukan unjuk rasa harus dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi.[6] Pernyataan ini kemudian menimbulkan demonstrasi dari para mahasiswa yang berakhir dengan terjadinya perubahan struktur universitas di Universitas Hamburg.[1] Demonstrasi tersebut mempermalukan Spuler dan menghilangkan reputasi dirinya di Universitas Hamburg pada akhir dasawarsa 1960-an. Ia akhirnya pensiun sebagai akademikus pada tahun 1980.[6]
Sumbangsih keilmuan
Bertold Spuler merupakan salah satu akademikus yang mengembangkan berbagai disiplin ilmiah pada kajian orientalisme.[2] Ia merupakan salah satu pakar dalam bidang sejarah gereja, sejarah Eropa Timur termasuk Rusia, dan sejarah Kekristenan Timur. Selain itu, Bertold Spuler merupakan pakar dalam bidang kajian tentang Islam dan Semit.[1]
Bertold Spuler mengadakan penelitian sejarah mengenai Iran pada Abad Pertengahan dan awal abad modern. Ia meneliti bersama dengan akademikus asal Jerman lainnya yaitu Walther Hinz dan Hans Robert Roemer. Ia mulai meneliti bersama sejak menjabat sebagai profesor bidang kajian Islam di Universitas Hamburg. Bertold Spuler secara khusus mengkaji sejarah Iran pada periode awal penyebaran Islam di Iran hingga akhir periode kekuasaan Kekaisaran Mongol di wilayah Iran.[7]
Kegiatan penelitian yang diadakan oleh Spuler, Hinz dan Roemer membuat penelitian mengenai sejarah Iran pramodern mulai mendapat perhatian dari universitas-universitas di Jerman setelah Perang DuniaII. Spuler sendiri menganggap bahwa pendekatan sejarah atas Islam pramodern merupakan bagian dari perluasan kajian Islamologi.[7] Salah satu pendapat yang dikemukakan oleh Bertold Spuler ialah menurunnya pengaruh kekuasaan Ilkhanat di Suriah setelah masa pemerintahan Ghazan yang diawali oleh kepemimpinan Öljaitü. Perhatian utama Öljaitü cenderung mengutamakan kekuasaan di wilayah Iran bagian timur.[8] Pemikirannya memengaruhi pemikiran orientalis di wilayah dunia yang menuturkan bahasa Jerman dan sekitarnya. Setelah Perang Dunia II berakhir, Bertold Spuler berperan dalam penulisan ulang kajian orientalisme di Republik Federal Jerman.[2]
Dalam penelitian dan pengajaran dalam bidang Islamologi yang disampaikan kepada para mahasiswanya, Bertold Spuler selalu mengaitkan sejarah Islam di Iran dengan sejarah Islam dan sejarah Turki. Namun selama 40 tahun pengajarannya, kajian mengenai sejarah Islam di Iran belum membentuk suatu disiplin ilmiah yang terpisah dari Islamologi maupuan kajian Iranistik.[9] Kajian mengenai Iran pada masa Islam belum menjadi satu jurusan khusus di universitas-universitas di Jerman hingga Spuler pensiun dari kegiatan penelitian sejarah.[10]
Karya tulis ilmiah
Beberapa karya tulis ilmiah tentang tentang sejarah masyarakat dan negara-negara Dunia Timur yang dikarang oleh Bertold Spuler, telah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang dituturkan di Eropa dan Dunia Timur.[2]
Die Mongolen in Iran
Die Mongolen in Iran (The Mongols in Iran) pertama kali diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1939.[2][11] Buku ini menjadi salah satu buku standar yang menjadi acuan dalam penyampaian sejarah mengenai pemerintahan bangsa Mongol terhadap kaum Muslim pada masa kekuasaan Kekaisaran Mongol.[11] Pada tahun 1968, edisi k-3 dari Die Mongolen in Iran mengalami revisi dengan penambahan konten.[2] Kemudian pada tahun 1985, buku Die Mongolen in Iran telah diterbitkan untuk edisi ke-4.[11]
The Golden Horde
Pada tahun 1943, Spuler menerbitkan bukunya yang berjudul The Golden Horde.[2]
Iran in Early Islamic Times
Pada tahun 1952, Spuler menerbitkan bukunya yang berjudul Iran in Early Islamic Times. Buku ini masih menjadi salah satu buku standar dalam studi oriental hingga tahun 1990 mengikuti kemajuan dalam penelitian internasional.[2]
Penghargaan
Dalam komunitas akademikus yang mengkaji studi oriental, Bertold Spuler dianggap sebagai salah satu sejarawan Islam kontemporer yang pikirannya berpengaruh secara internasional. Pada dasawarsa 1950-an dan 1960-an, ia diberi jabatan sebagai profesor tamu pada beberapa universitas di Universitas Ankara, Universitas Istanbul, Universitas Baghdad, Universitas Los Angeles, dan Universitas Bordeaux. Selain itu, ia menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Bern dan Universitas Bordeaux.[2]
Ketika usia Bertold Spuler mencapai 70 tahun pada tahun 1981, diterbitkan sebuah buku berjudul Studies on the History and Culture of the Near East di Leiden. Buku ini ditulis oleh para rekan kerja, teman dan mahasiswa yang dibimbingnya ebagai bentuk penghormatan dan terima kasih atas dirinya. Buku ini melalui penyuntingan oleh Hans Robert Roemer dan Albrecht Noth sebelum diterbitkan.[2]
Kematian
Bertold Spuler meninggal pada tanggal 6 Maret 1990 di Hamburg. Upacara pemakaman untuknya hanya dihadiri oleh keluarga inti.[2]
Ende, Werner (1990). Steinbach, Udo (ed.). "Bertold Spuler (1911 - 1990)". Orient (dalam bahasa Jerman). 31. German Institute for Global and Area Studies: 171–172. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)