Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Bernas menghentikan penerbitannya dengan edisi terakhir bertarikh 28 Februari 2018, menyebut meningkatnya biaya produksi dan stagnannya jumlah pembaca serta pendapatan iklan sebagai alasan utama di balik keputusan ini.[1]
Mulai Maret 2018, surat kabar ini sepenuhnya beralih menjadi media daring berjenama Bernas.id.[2][3]
Riwayat
Pada 16 November 1946, harian Nasional terbit untuk kali pertama di Yogyakarta atas prakarsa Soemanang dengan bantuan Mashoed Hardjokoesoemo. Selain keduanya, penerbitan koran ini juga dikerjakan oleh Bob Maemun, Marbangoen, Mohammad Soepadi, Darsyaf Rahman, dan RM Soetio yang merangkap sebagai kepala perusahaan.[4]
Nama Nasional terus dipakai hingga 1965, saat pemerintah mensyaratkan setiap penerbitan berafiliasi dengan partai politik atau organisasi massa Front Nasional lewat Keputusan Menteri Penerangan No.29/SK/M/65 tanggal 26 Maret 1965 dan disempurnakan keputusan No.112/SK/M/65 tanggal 10 November 1965. Sesuau aturan tersebut, harian Nasional memilih berafiliasi dengan Partai Nasional Indonesia dan berubah nama jadi Suluh Indonesia edisi Yogyakarta – merujuk nama koran resmi partai tersebut. Saat Suluh Indonesia berganti nama jadi Suluh Marhaen, koran ini pun mengikuti.
Saat aturan tersebut dicabut pada 1969, koran ini menukar nama jadi Harian Umum Berita Nasional.
Tahun 1990. Pada tanggal 13 Agustus 1990, Berita Nasional mengadakan kerjasama dengan Kelompok Kompas Gramedia, sehingga mengalami pembaruan dan mencapai banyak kemajuan. Pada tanggal 10 November 1991 bertepatan dengan hari Pahlawan, koran Harian Umum Berita Nasional (sering disingkat Bernas) diganti namanya menjadi Harian BERNAS, yang berarti padat berisi atau mentes dan dalam Bahasa Madura memiliki makna Gagah Perwira.. Hal ini telah terbuktikan bahwa wartawan BERNAS telah menjadi sosok pahlawan, yaitu Almarhum Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, pada tanggal 16 Agustus 1996 meninggal menjadi korban karena profesinya.
Tahun 2004. Adanya reformasi dan perubahan regulasi di dunia pers menjadikan pertumbuhan koran semakin banyak dan persaingan semakin ketat, sehingga BERNAS merasa perlu berbenah serta mengadakan evaluasi secara keseluruhan, termasuk perubahan produk dan perubahan nama dari Harian Bernas menjadi Harian Pagi BERNAS JOGJA yang dibakukan tanggal 29 Agustus 2004 sampai 20 Mei 2015.
Tahun 2015. (Harian BERNAS) Adanya perubahan pemegang Saham dengan masuknya Putu Putrayasa sebagai Pemegang Saham Mayoritas, dan dengan berbagai pembenahan di segala divisi, serta strategi percepatan untuk lebih Nasional bahkan mendunia Lewat harianbernas.com, dan sekarang menjadi Bernas.id. Dengan berfokus pada peningkatan kualitas konten, SDM dan cetak, serta sangat memperhatikan perubahan pada era digital, maka Harian Bernas berbenah DIRI dan terus berkomitmen menjadi media lokal yang paling digital, sejak 20 Mei 2015 - sampai sekarang.
Bernas menjadi media online secara penuh dapat dilihat di bernas.id