Berilium hidroksida (Be(OH)2) adalah hidroksida yang bersifat amfoter yang dapat larut dalam asam dan basa. Di dalam dunia perindustrian, senyawa ini merupakan produk sampingan dalam proses ekstraksi logam berilium dari bijih beril dan bertrandit.[4] Berilium hidroksida yang murni jarang ditemui di alam (dalam bentuk mineral behoit dengan struktur ortorombik) atau sangat jarang (dalam bentuk klinobehoit dengan struktur monoklinik).[5][6] Saat basa ditambahkan ke dalam larutan garam berilium, terbentuk-lah versi α (sebuah gel). Jika dibiarkan saja atau diuapkan, versi β yang berstruktur rombik akan mengalami pengendapan.[7] Senyawa ini memiliki struktur yang sama dengan seng hidroksida, Zn(OH)2.[8]
Reaksi
Senyawa ini jika direaksikan dengan alkali akan membentuk anion tetrahidroksidoberilat(2-).[9] Contohnya, dalam reaksi dengan natrium hidroksida:
2NaOH(aq) + Be(OH)2(s) → Na2Be(OH)4(aq)
Jika bereaksi dengan asam, akan terbentuk garam berilium.[9] Contohnya, dalam reaksi dengan asam sulfat (H2SO4) akan terbentuk berilium sulfat):
Be(OH)2 + H2SO4 → BeSO4 + 2H2O
Berilium hidroksida mengalami dehidrasi pada suhu 400°C dan membentuk bubuk putih berilium oksida yang dapat larut:[9]
Be(OH)2 → BeO + H2O
Pemanasan lebih lanjut akan menghasilkan BeO yang tidak dapat larut dalam asam.[9]
Referensi
↑Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN0-07-049439-8
↑Jessica Elzea Kogel, Nikhil C. Trivedi, James M. Barker and Stanley T. Krukowski, 2006, Industrial Minerals & Rocks: Commodities, Markets, and Uses, 7th edition, SME, ISBN0-87335-233-5
↑Mary Eagleson, 1994, Concise encyclopedia chemistry, Walter de Gruyter, ISBN3-11-011451-8
↑Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN0-7506-3365-4 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
1234Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier ISBN0-12-352651-5