Benteng kuala batee merupakan peningggalan kerajaan Trumon, diwilayah aceh selatan selama lebih dari 60 puluh tahun, (1780 sampai 1842) benteng kuala bate dibangun ketika kerajaan trumon dipinpin oleh Teuku Raja Fansuri Alamsyah atau dikenal dengan Teuku Raja Batak.[1]
Fungsi
Bangunan tersebut selain berfungsi sebagai benteng pertahanan, juga digunakan sebagai kantor pusat pengendalian pemerintah oleh raja. di dalam pembangunan tersebut juga terdapat gudang penyimpanan barang-barang penting milik kerajaan.[1]
Meskipun kini benteng kuala batee hanya tertinggal sisa-sisa bangunan saja, tetapi benteng ini memiliki potensi yang besar sebagai salah satu destinasi wisata sejarah, yang kini dikelola oleh dinas pariwisata dan kebudayaan Aceh.[2]