Bendungan Hidase (bahasa Amhara:ታላቁ የኢትዮጵያ ሕዳሴ ግድብcode: am is deprecated ?Tālāqu ye-Ītyōppyā Hidāsē Gidib) adalah sebuah bendungan yang terletak di Sungai Nil Biru, Etiopia. Bendungan yang tengah dibangun dari tahun 2011 ini terletak di Region Benishangul-Gumuz, sekitar 15km (9mi) di sebelah timur perbatasan dengan Sudan.[3] Dengan kapasitas 6,45 gigawatt, bendungan ini jika selesai dibangun akan menjadi pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika dan yang terbesar ketujuh di dunia.[4][5][6] Pada Agustus 2017, pembangunannya sudah selesai 60%.[7] Jika sudah dibangun, waduknya membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 15 tahun agar dapat terisi oleh air,[8] tergantung pada kondisi hidrologi dan perjanjian antara Etiopia, Sudan, dan Mesir.[9]
Pembangunan bendungan ini menuai protes dari negara-negara yang terletak di hilir Sungai Nil. Mesir merasa khawatir bahwa persediaan air mereka akan berkurang. Walaupun begitu, menurut hasil penelitian, jika Mesir dan Etiopia bekerja sama dengan erat, dampak negatif dari pembangunan bendungan ini dapat diminimalisasi atau bahkan dihapuskan.[10]
↑Wheeler, Kevin G.; Basheer, Mohammed; Mekonnen, Zelalem T.; Eltoum, Sami O.; Mersha, Azeb; Abdo, Gamal M.; Zagona, Edith A.; Hall, Jim W.; Dadson, Simon J. (2016-06-06). "Cooperative filling approaches for the Grand Ethiopian Renaissance Dam". Water International. 41 (4): 611–634. doi:10.1080/02508060.2016.1177698. ISSN0250-8060.