Bendroflumetiazida, sebelumnya dinamakan bendrofluazida, adalah diuretiktiazid yang digunakan untuk mengobati hipertensi.
Bendroflumetiazid adalah diuretik tiazid yang bekerja dengan menghambat penyerapan kembali natrium di awal tubulus kontortus distal (DCT). Air hilang akibat lebih banyak natrium yang mencapai duktus pengumpul. Bendroflumetiazid berperan dalam pengobatan gagal jantung ringan meskipun diuretik loop lebih baik untuk mengurangi kelebihan beban. Penggunaan utama bendroflumetiazid saat ini adalah untuk hipertensi (sebagian efeknya disebabkan oleh vasodilatasi).
Obat ini dipatenkan pada tahun 1958 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1960.[3]
Bendroflumetiazid diketahui memiliki interaksi yang merugikan dengan alkohol. Disarankan bagi mereka yang menggunakan diuretik ini untuk tidak mengonsumsi alkohol selama penggunaan, karena tekanan darah dapat turun secara tiba-tiba, terutama jika berdiri (efek yang dikenal sebagai hipotensi ortostatik).
Pertimbangan lain
Bendroflumetiazid tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau wanita yang baru saja melahirkan. Karena sifat obatnya, obat ini dapat masuk ke dalam ASI dan akibatnya berdampak ke anak. Diketahui juga bahwa bendroflumetiazid menekan produksi ASI. Wanita hamil atau menyusui yang menderita hipertensi mungkin perlu berdiskusi dengan dokter mengenai pengobatan alternatif mana yang lebih cocok. Bendroflumetiazid juga dapat mengganggu kemampuan motorik pengguna, oleh karena itu penting untuk mewaspadai efeknya dan berhati-hati saat mengoperasikan mesin atau mengemudi.[4]