Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
Hapus tag/templat ini.
Beksan floret ada pada masa re Sri Paku Alam IV. Beksan floret lahir di tengah kungkungan teks politik, sosial, teks ekonomi, dan telaks budaya, yang dipertemukan dalam suatu tarian khas. Sekitar tahun 1990-an, atas perintah Sri Paku Alam VIII. Melalui putranya Kanjeng Pangeran Haryo Anglingkusumo. Menunjuk seorang ahli yang bernama Mardjijo untuk melakukan penggalian terhadap kekayaan tari Pakualaman. Salah satu hasil dari penggalian tersebut, beksan floret pernah dimainkan di Keraton Yogyakarta dan di Pura pakualaman pada tahun 1994.[1]
Referensi
↑Dwiari Ratnawati, lien. Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. hlm.163. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)